Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Masih Ada Impor, Garam Lokal Cuma Laku Rp 300/Kilogram

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi petani sedang panen garam./ISTIMEWA
FOTO ilustrasi petani sedang panen garam./ISTIMEWA

SERANG,(PR).- Para petani garam di wilayah Kecamatan Pontang mulai menjerit saat panen raya ini. Hal itu dikarenakan saat ini harga jual garam pada tengkulak anjlok hanya berkisar Rp 300- 500 per kilogramnya.

Seorang Petani Garam Kecamatan Pontang, Amrullah mengatakan, harga garam saat ini sangat memprihatinkan. Bahkan saat ini garam tidak bisa keluar karena harganya sangat anjlok. "Anjlok sampai Rp 300-500 per kilogram itu ditawar tengkulak," ujarnya Sabtu 21 September 2019.

Amrullah mengatakan, anjloknya harga garam ini karena adanya panen raya. Kemudian juga masih banyak impor garam yang dilakukan pemerintah. "Kami harap tahun depan impor dikurangi. Kami harap Pemerintah khusus daerah agar petani garam ada solusi untuk kenaikan harga," katanya.

Ia mengatakan, padahal petani garam di Kabupaten Serang memproduksi garam kelas premium. Bahkan saat diteliti garam dari Pontang hasilnya memiliki kadar Nacl 98 persen. "Ini bisa kita buktikan di sini itu garam Serang lebih putih dari garam biasanya," ucapnya.

Saat ini, kata dia, petani di Pontang mendapatkan bantuan dari KKP 15 hektare lahan garam untuk pengembangan lahan integrasi. Hasilnya, garam yang diproduksi pun sangat memuaskan. "Untuk saat ini karena baru mulai panen sekitar 3 minggu lalu sebenarnya kita telat budidaya ini karena awalnya bulan 5 kita baru pembukaan lahan 5 hektar. Namun kami bisa produksi dengan cuaca panas, dan perhari sudah bisa hasilkan 5-7 ton per hari," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.

Dirinya meyakini, jika diolah dengan baik petani garam di Pontang bisa menghasilkan garam industri dengan kualitas kandungan NaCL 97 persen.***

Bagikan: