Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Tegaskan Aturan Halal, Kemendag Revisi Permendag Nomor 29 Tahun 2019

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI produk halal.*/DOK PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI produk halal.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Kementerian Perdagangan (Kemendag) merevisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 29 tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor Impor Hewan Produk Hewani. Revisi tersebut menegaskan tentang aturan wajib halal pada daging impor yang masuk Indonesia. 

"Wajib halal di sini tentunya pada produk yang seharusnya halal. Karena untuk daging babi misalnya, tidak ada babi halal," ujar Direktur Jenderal Perdagangan, Wisnu Wardhana, di kantor Kemendag, Senin, 16 September 2019.

Sebelumnya, Kemendag mengeluarkan Permen No. 29 tahun 2019 sebagai revisi terhadap Permendag No. 59 tahun 2016. Namun, ketentuan dalam Permendag No. 29 tahun 2019 tersebut malah tidak secara eksplisit mencantumkan mengenai aturan halal seperti yang tercantum dalam Permendag 59/2016.

Menurut Wisnu, tidak adanya pasal eksplisit tersebut disebabkan karena pemerintah ingin menyederhanakan aturan ekspor impor. Selama ini,  ketentuan mengenai impor halal sudah ada dalam ketentuan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. 

"Kan jadinya pengurusan ijinnya jadi dua kali, di rekomendasi ada, di saat barang masuk ada. Sebenarnya kan kalau kita melakukan rekomendasi itu sudah pasti diimpor dari tempat yang memiliki ketentuan halal," ujarnya. 

ILUSTRASI wisata halal.*/DOK. KABAR BANTEN

Namun, penghapusan pasal tersebut kemudian menimbulkan salah persepsi bahwa ketentuan halal tersebut dihapuskan. Untuk menghindari salah persepsi tersebut, Kemendag akan menambahkan pasal dalam Permendag 29 tahun 2019 tentang aturan produk halal tersebut. 

"Revisi aturan tersebut akan dilakukan secepatnya. Namun yang pasti, kita memastikan bahwa ketentuan impor daging halal itu masih ada," ujarnya. 

Revisi adalah imbas dari gugatan Brazil di WTO

Wisnu menambahkan, revisi Permendag 59/2016 tersebut merupakan imbas dari gugatan Brazil terhadap Indonesia di World Trade Organization (WTO). Gugatan tersebut kemudian dimenangkan oleh Brazil yang mengharuskan Indonesia mengubah peraturan dalam Permendag tersebut. 

"Namun perlu dicatat,  aturan yang diminta diubah oleh WTO tersebut tidak ada yang berkaitan dengan produk halal. Selain itu hingga saat ini, belum ada impor daging ayam yang masuk ke Indonesia," ujarnya. 

Dia mengatakan, Indonesia selama ini baru akan mengimpor daging sapi dengan kuota sebesar 50 ribu ton dari Brazil. Namun kuota impor tersebut hingga saat ini belum terlaksana.***

Bagikan: