Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Pariwisata Dongkrak Transaksi Kartu Kredit

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI kartu kredit.*/DAILYFINANCE
ILUSTRASI kartu kredit.*/DAILYFINANCE

BALI, (PR).- Tak hanya jadi motor penggerak perekonomian daerah, sektor pariwisata juga menjadi salah satu pendorong peningkatan transaksi keuangan non tunai. Perkembangan tersebut diantaranya tercermin dari meningkatnya transaksi kartu kredit di Bank Mandiri.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan transaksi kartu kredit per Agustus 2019 mencapai Rp 12,3 triliun. Nilai tersebut tumbuh sekitar 18 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Dari jumlah transaksi tersebut, lebih dari 60 persen merupakan transaksi untuk keperluan travelling dan kuliner,” ujar Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang saat kegiatan Mandiri Media Training, di Bali, Jumat, 13 September 2019. 

Donsuwan memaparkan karakter generasi milenial yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya menyebabkan terjadinya pergeseran belanja masyarakat. Generasi milenial lebih banyak mengeluarkan dana yang dimiliki untuk melakukan perjalanan wisata, kuliner, serta kesehatan dan kecantikan. Sebagian besar tren wisata milenial saat ini, kata dia, berkaitan dengan wisata aktivitas minat khusus seperti wisata olahraga.

“Tentunya kami mencermati hal ini, traveling dan kuliner menjaid target pertumbuhan Mandiri ke depan. Kami tentunya akan mengikuti tren yang ada, Salah satunya dengan menawarkan promo berupa cicilan menarik dan potongan harga,” kata Donsuwan.

Berdasarkan berbagai perkembangan yang terjadi, Donsuwan memperkirakan hingga akhir tahun 2019 realisasi belanja dengan kartu kredit Bank Mandiri mencapai Rp 12,9 triliun. Akan tetapi, disisi lain, ia optimitis angka kredit macet atau nonperforming loan (NPL) kartu kredit Bank Mandiri mampu dijaga dibawah batas ketentuan.

Agen digital di masyarakat

Lebih lanjut, Donsuwan menambahkan untuk mendukung perkembangan pariwisata daerah, pihaknya juga terus mendorong kehadiran agen digital bank di masyarakat. Dengan kehadiran agen digital, setiap transaksi keuangan yang dilakukan masyarakat akan memberikan tambahan keuangan bagi agen digital tersebut karena 50% fee transaksi yang terjadi dikembalikan kepada agen tersebut.

“Kami ke depan akan mengutamakan ekonomi berbagi, dengan demikian harapannya dampak ke masyarakat akan semakin besar,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Bank Mandiri terus mendorong perkembangan sektor pariwisata untuk mendukung terciptanya pemerataan pembangunan ekonomi. Bentuk dukungan yang diberikan melalui penyaluran pembiayaan bagi UMKM pariwisata dan penyediaan transaksi finansial bagi travellers.

Donsuwan mengatakan Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan berskema Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp. 2,48 triliun pada periode Januari – Agustus 2019 kepada 32,416 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terkait dengan pariwisata.

Adapun sebaran usaha yang menjadi obyek pembiayaan KUR pariwisata Bank Mandiri meliputi usaha penyediaan akomodasi (homestay), usaha kerajinan souvenir atau makanan oleh-oleh khas, usaha restoran, kafe dan rumah makan, serta usaha penyewaan transportasi, kendaraan roda dua atau perahu.***

Bagikan: