Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

BJ Habibie Pemberi Nama Bank Mandiri

Yulistyne Kasumaningrum
GEDUNG Nedhandel NV (Bank Mandiri)/ARIF HIDAYAH/PR
GEDUNG Nedhandel NV (Bank Mandiri)/ARIF HIDAYAH/PR

BALI, (PR).- Siapa sangka ada sosok BJ Habibie di dalam penentuan nama Bank Mandiri. Presiden ke-3 RI itulah yang menyematkan nama Mandiri kepada bank hasil merger empat bank, yakni Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), Bank Bumi Daya (BBD), Bank Export Impor (Exim), dan Bank Dagang Negara (BDN).

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas yang kala terjadinya merger bertugas di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengatakan, dalam suatu rapat saat itu BJ Habibie diminta memberi nama yang cocok bagi bank baru tersebut. Kemudian, BJ Habibie menyebut Mandiri.

Ia menjelaskan, ada nilai filosofis saat nama Mandiri diberi­kan. Di­harapkan bank ha­sil merger tersebut akan mampu mandiri sekaligus mendorong kemandirian masyara­kat dan perekonomi­an Indonesia. Ter­utama masya­rakat membutuh­kan kredit mikro dan UMKM.

"Dulu itu, kebanyakan bank yang kuat merupakan bank-bank asing. Beliau berharap Bank Mandiri dapat menjadi institusi keuangan yang man­diri, mampu berpijak pada kakinya sendiri," ujar­nya yang ditemui di sela-sela kegiatan Media Training Bank Mandiri 2019, di Bali, Kamis 12 September 2019.

BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 14 Agustus 2015.*/ANTARA

Rohan mengungkapkan, ber­pulangnya BJ Habibie pada Rabu 11 September 2019 membawa duka ter­sendiri bagi seluruh institusi Bank Mandiri. Pasalnya, beliaulah yang menjadi pencetus hadirnya nama Mandiri.

"Beliaulah yang memberi nama dan beliaulah yang meng­awal bank ini untuk menapak 21 tahun yang lalu. Peninggalan beliau banyak sekali, banyak hak paten beliau di bidang aerodinamika, semoga dapat te­rus menjadi kenangan bagi kita bank-bank di Indonesia bahwa seorang Habibie ter­nyata bisa berkiprah di dunia," ujarnya.

Bisnis wisata

Bank Mandiri terus mendorong perkembangan sektor pariwisata untuk mendukung terciptanya pemerataan pembangunan ekonomi.

Bentuk dukungan yang diberikan ada­lah melalui penyaluran pem­biayaan bagi UMKM pariwisata dan penyediaan transaksi finansial bagi wisatawan.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, keberadaan UMKM penunjang sektor pariwisata sangat penting memastikan kenyamanan wisatawan saat beraktivitas di lokasi tujuan wisata.

Semakin banyak UMKM yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan diharapkan akan mendorong terjadinya persaingan sehat serta   peningkatan efisiensi dan kualitas layanan.

”Ketersediaan dukungan optimal dari pelaku UMKM juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan,” kata Donsuwan dalam talkshow tentang Dukungan Bank Mandiri pada Pengembangan UMKM Sektor Wisata  di Balai Desa Adat Kutuh, Badung Selatan di Bali, Kamis 12 September 2019.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Mandiri Media Training. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena dan Kepala Desa Kutuh I Wayan Purja untuk menyampaikan pola pengembangan desa wisata secara mandiri.

Terkait dukungan pembiayaan, Donsuwan mengatakan Bank Mandiri telah menya­lurkan pembiayaan berskema Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 2,48 triliun pada Januari-Agustus 2019 kepada 32,416 pelaku usaha UMKM terkait pariwisata.

Sebaran usaha yang menjadi objek pembiayaan KUR pariwisata Bank Mandiri meliputi usaha penyediaan akomodasi (homestay), kerajinan sove­nir/makanan oleh-oleh khas, usaha restoran, kafe, dan ru­mah makan, usaha penyewaan transportasi, kendaraan roda dua atau perahu.

Pembiayaan KUR Mandiri telah menjangkau tujuh dari 10 lokasi destinasi wisata yang di­prioritaskan menjadi The New Bali. Ketujuh lokasi tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seri­bu, Tanjung Lesung, Bromo Tengger, Borobudur, dan Mandalika dengan total limit Rp 251 miliar kepada 3,114 UMKM.***

Bagikan: