Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Butuh Trik Jika UMKM Berdagang di Marketplace

Satrio Widianto
Disrupsi digital/DOK. PR
Disrupsi digital/DOK. PR

JAKARTA, (PR) .- Kementerian Informatika dan Informasi (Kominfo) gencar mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk segera mengenal marketplace sebagai media usaha. Adanya ekosistem baru itu diharapkan akan memudahkan pemangku kepentingan melakukan pembinaan.

“Berdagang di marketplace ini kan butuh trik-trik tertentu. Mereka yang baru bergabung (di marketplace) butuh pembinaan lebih jauh agar mereka segera go digital. Saya berharap dari marketplace maupun dari dinas-dinas terkait segera melakukan pendampingan dan pembinaan agar pelaku UMKM ini merasakan manfaat hadirnya platform digital yang lebih aman dan nyaman untuk berdagang,” kata Puti Adella Elvina, Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan Kominfo di Jakarta Selasa 10 September 2019.

Lewat acara bertajuk “Grebeg Pasar UMKM Go Online”, di Kota Jambi lebih dari 2.000 pedagang berhasil memiliki toko online di marketplace. Puti Adella Elvina Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan Kominfo RI mengatakan bahwa sosialisasi, edukasi, dan pendampingan door-to-door kepada pelaku UMKM paling efektif mengingat kesibukan para pedagang di kios mereka.

“Kami menggelar acara di pasar-pasar untuk menjaring dan menciptakan kantung-kantung ekosistem baru di pusat perniagaan. Di Jambi kami door-to-door ke enam pasar,” kata Ade di tengah kesibukannya menyiapkan agenda Grebeg Pasar yang akan datang.

Selama 12 hari Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Kominfo RI lewat Relawan Pandu Digital telah melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan pemanfaatan marketplace untuk menunjang pelaku UMKM berdagang. Ade berharap dengan adanya ekosistem baru akan memudahkan stakeholder melakukan pembinaan.

Enam pasar yang menjadi target adalah Pasar Angso Duo, Pasar Talang Banjar, Pasar Mega, Pasar Mama, Pasar Istana dan Pasar Kecamatan. Di samping enam pasar tersebut para relawan juga berpencar ke pusat-pusat perniagaan lain untuk memaksimalkan waktu.

Bergabungnya para pelaku UMKM di pasar-pasar ke marketplace akan membuka peluang baru berkembangnya pasar tradisional ke pasar digital. Tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvesional, pedagang juga dapat aktif berdagang di kanal-kanal e-commerce.***

 

Bagikan: