Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

Budidaya Ikan Laut Dikembangkan di Pantai Jawa Barat

Kodar Solihat
KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail disaksikan General Manager PT Gani Arta Dwitunggal, Andi Sunadim, melepas ekspor peralatan produksi perikanan ke Maladewa, dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 10 September 2019. Tampak pula perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Dinas Perikanan Kabupaten Bandung Barat.*/KODAR SOLIHAT/PR
KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail disaksikan General Manager PT Gani Arta Dwitunggal, Andi Sunadim, melepas ekspor peralatan produksi perikanan ke Maladewa, dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 10 September 2019. Tampak pula perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Dinas Perikanan Kabupaten Bandung Barat.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Usaha budidaya secara jaring apung untuk komoditas ikan laut pada pantai di Jawa Barat, dinilai potensial untuk komoditas ikan kerapu, ikan kakap, ikan kue, ikan bawal, dan lain lain. Apalagi, harga jual sejumlah ikan laut tersebut diketahui rata-rata di atas Rp 80.000/kg, yang potensial mendatangkan usaha yang bagus bagi masyarakat pantai di Jawa Barat.

Kepala Pusat Produk Pembangunan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Rita Rostika, di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 10 September 2019 menyebutkan, budidaya ikan laut tersebut cocok dilakukan menggunakan keramba jaring apung, baik secara onshore (di pantai) maupun offshore (lepas pantai). Selain aspek bisnis produksi ikan dengan hasil yang bagus, juga berpotensi sebagai aspek ketahanan pangan bagi masyarakat pantai.

Disebutkan, ikan kerapu, ikan kakap, ikan kue, ikan bawal, dan semacamnya, diketahui rata-rata harganya dari pembudidaya di atas Rp 80.000/kg. Apalagi jika sistem budidaya keramba jaring apungnya berpola ramah lingkungan, biasanya para pembeli ekspor membeli dengan harga lebih.

“Ada pun potensi sesuai karakter wilayah perairan di Jawa Barat, untuk di pantai selatan bagusnya ikan kerapu, sedangkan di utara adalah kakap putih. Kedua jenis usaha ikan ini memang sedang dijajaki oleh Pemprov Jawa Barat untuk pengembangan usaha budidaya ikan air laut,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyebutkan, pengembangan budidaya ikan laut secara akuakultur di Jawa Barat, direncanakan di pantai selatan terutama di Sukabumi, misalnya di kawasan Geopark Ciletuh, serta di utara di Pantai Kabupaten Subang. Polanya menggunakan jaring apung, dengan keharusan ramah lingkungan, apalagi diminati pasar internasional.

“Pemprov Jawa Barat memang mendorong budidaya ikan laut dengan pola keramba jaring apung, termasuk dengan cara aman dari resiko ancaman tsunami. Ada pun jenis komoditasnya, tentunya yang harus berorientasi pasar yang tinggi, karena namanya juga usaha harus memperoleh keuntungan,” ujarnya.

Ekspor peralatan

Sementara itu, produksi perangkat pembudidayaan ikan akuakultur, buatan lokal Indonesia semakin banyak peminatnya di pasar internasional. Diantaranya, sarana jaring apung pola ramah lingkungan, produksi Jawa Barat  kini banyak diminati pada banyak negara, dimana permintaan ekspornya pun meningkat.

Gambaran itu tampak saat pelepasan ekspor sejumlah produk peralatan pembudidayaan ikan dari produsennya dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yaitu PT Gani Arta  Dwitunggal/Aquatec. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, di Padalarang, Selasa, 10 September 2019.

Presiden Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, Budiprawira Sunadim, menyebutkan, bahwa produk-produk peralatan produksi perikanan itu, diantaranya jaring apung, yang kini dikirimkan ke negara Maladewa. Sebelumnya, produk-produk peralatan perikanan produksi PT Gani Arta Dwitunggal/Aquatec itu banyak dibeli oleh Malaysia, Filipina, dan Brunei, serta Tiongkok.

Menurut Budiprawira Sunadim, sebenarnya produk-produk peralatan usaha budidaya perikanan ini sangat potensial digunakan di dalam negeri Indonesia sendiri. Apalagi, luasan negara Indonesia, berikut potensi usaha budidaya perikanan laut, dimana luas kelautannya jauh lebih besar dibandingkan sejumlah negara lain.

“Menurut saya, dalam usaha budidaya perikanan laut di Indonesia ini sebaiknya didorong pemanfaatan produk-produk dalam negeri serta mengutamakan para pelaku usaha nasional. Jangan terlena dengan investasi negara asing, sebab jika tak terkendali, akan berdampak menjadikan orang-orang Indonesia hanya menjadi pegawai di negeri sendiri,” ujar Budiprawira Sunadim.***

Bagikan: