Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Penetrasi Asuransi Jiwa Rendah, Tak Sebanding Dengan Pertumbuhan Penduduk Indonesia

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI asuransi.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI asuransi.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA,  (PR).- Berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI),  penetrasi asuransi jiwa Indonesia tahun 2018 sebesar 1,3 % atau turun dari tahun sebelumnya sebesar 1,4%. Perusahaan asuransi perlu menyiapkan produk inovatif untuk dapat lebih banyak mendorong penetrasi asuransi jiwa. 

Direktur Bancassurance Great Estern Life Indonesia, Nina Ong,  mengatakan penurunan penetrasi tersebut disebabkan karena laju penambahan jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan banyak masyarakat uang mendaftarkan diri di asuransi jiwa.

"Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami. Banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari pentingnya asuransi," ujar dia saat meluncurkan produk asuransi jiwa berjangka dengan premi tunggal "Great Treasure Assurance" di Jakarta,  Selasa, 10 September 2019.

Dia mengatakan, perusahaan asuransi memiliki tanggung jawab kepada masyarakat untuk melakukan edukasi mengenai pentingnya memiliki asuransi. Selain itu,  perusahaan asuransi juga perlu mengeluarkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. 

Asuransi waris

Produk inovasi tersebut diantaranya adalah asuransi waris. Menurut Nina, sebanyak 20 persen kasus hukum perdata agama berkaitan dengan harta warisan. Warisan merupakan kasus sengketa nomor dua terbanyak di Indonesia. 

Nina mengatakan,  saat ini baru 6,6 persen penduduk Indonesia yang memiliki asuransi jiwa. Sebagian masyarakat Indonesia masih merasa tabu juga membicarakan hal yang berkaitan dengan warisan. 

"Meskipun demikian,  asuransi dapat diterima dan menghindari percekcokan ahli waris. Makanya kami perlu edukasi pentingnya asuransi hak waris. Produk ini merupakan murni asuransi jiwa, "ujarnya. 

Wealth management product head OCBC NISP, Vonny Wibowo, mengatakan perencanaan waris sama pentingnya dengan dana darurat  dana pendidikan,  maupun dana pensiun. 

"Kami berharap kerjasama dengan Great Estern Life Indonesia ini dapat membuat nasabah memerdekakan diri dari rasa khawatir dan takut akan kelangsungan masa depan keluarga," ujar dia. 

Menurut Vonny,  masih rendahnya penetrasi asuransi perbankan Indoensia juga menjadi tantangan bagi perusahaannya untuk menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.  "Kami sesuaikan dengan kebutuhan generasi.  Seperti saat ini,  kami mencari produk yang sesuai dengan generasi milenial," ujarnya.***

Bagikan: