Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Pembelian Properti Warga Bandung di Australia Naik 100 Persen

Ai Rika Rachmawati
GM Strategic and Corporate Communications Crown Group Indonesia Bagus Sukmana (kanan), dan Head of Sales Crown Indonesia, Reiza Arief menjawab pertanyaan wartawan, pada Media Update Luncheon Crown Group, di Jalan Juanda, Kota Bandung, Selasa, 10 September 2019. Lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembelian properti dalam tiga bulan terakhir di Australia terus terjadi, didorong oleh keputusan terkini yang melonggarkan pembatasan pinjaman membeli rumah dan penurunan suku bunga.*/ADE BAYU INDRA/PR
GM Strategic and Corporate Communications Crown Group Indonesia Bagus Sukmana (kanan), dan Head of Sales Crown Indonesia, Reiza Arief menjawab pertanyaan wartawan, pada Media Update Luncheon Crown Group, di Jalan Juanda, Kota Bandung, Selasa, 10 September 2019. Lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembelian properti dalam tiga bulan terakhir di Australia terus terjadi, didorong oleh keputusan terkini yang melonggarkan pembatasan pinjaman membeli rumah dan penurunan suku bunga.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Tren pembelian properti warga Bandung di Australia meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Bahkan, pada periode 2017-2018 pembelian properti warga Bandung di Australia tumbuh hingga 100 persen per tahun. 

Demikian diungkapkan Head of Sales Crown Indonesia, Reiza Arief, pada Media Update Luncheon Crown Group di The Luxton Hotel Bandung, Jalan Ir. H. Juanda, Bandung, Selasa, 10 September 2019. Ia memprediksi, pertumbuhan tahun ini akan lebih signifikan.

"Kondisi ini menempatkan Bandung sebagai target pasar ketiga terbesar di Indonesia bagi Crown Group, setelah Jakarta dan Surabaya. Sejak tahun lalu Bandung secara mengejutkan berhasil menggeser posisi Medan," ujarnya.

Menurut analisisnya, kondisi itu terjadi karena awareness warga Bandung untuk investasi di luar negeri terus meningkat. Kemungkinan lainnya adalah pengusaha Bandung mulai jenuh dengan investasi properti di pasar lokal.

"Mereka mulai mencari tujuan investasi di luar negeri. Pilihan mereka jatuh ke Australia karena nilai tukar mata uangnya yang lebih rendah dari Singapura dan pasar propertinya relatif stabil," kata Reiza.

Selain itu, menurut dia, investasi properti di Autralia, khususnya apartemen, juga dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pasar lokal. Ia mencontohkan, keterisian apartemen pada periode liburan di Jakarta yang hanya mencapai rata-rata 60 persen.

"Di Sydney, keterisiannya rata-rata mencapai 98 persen. Ini membuat investasi properti di Australia dinilai lebih menguntungkan oleh sejumlah investor," ujar Rieza.

Selain itu, menurut dia, berdasarkan data aducation agent, saat ini terjadi peningkatan jumlah warga Bandung yang melanjutkan pendidikan di Australia. Umumnya mereka memilih melanjutkan pendidikan di Sydney dan Melbourne.

Kendati demikian, menurut dia, dilihat dari tujuannya, secara umum, masyarakat Indonesia, termasuk Bandung, membeli properti di Australia untuk tujuan investasi. Sisanya, untuk kebutuhan akomodasi selama menempuh pendidikan.

"Lebih dari 70 persen untuk investasi. Khusus pada periode Juni-Juli sampai Oktober, kebanyakan masyarakat Indonesia membeli properti di Australia untuk akomodasi pendidikan," ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Crown Group pada 2018, pembelian properti masyarakat Indonesia di Australia pada periode Juni-Juli sampai Oktober meningkat 25 persen. Seperti diketahui, Juni-Juli sampai Oktober bertepatan dengan awal tahun ajaran baru di Australia.

Reiza mengatakan, pada kuartal I/2019 pasar properti Australia naik 2 persen. Hingga akhir Desember ini pasar properti Australia diprediksi akan kembali naik 4 persen, sehingga estimasi kenaikan sepanjang tahun ini sebesar 6 persen.***

 

Bagikan: