Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Logistik Bagian Gaya Hidup Era Digital

Ai Rika Rachmawati
Ilustrasi/CANVA
Ilustrasi/CANVA

BANDUNG, (PR).- Logistik sudah menjadi bagian penting gaya hidup di era digital. Hal itu terjadi seiring dengan terus menanjaknya tren belanja online di tengah masyarakat, khususnya generasi milenial.

Chief Digital Startup, Ecommerce & Fintech (DEF) Sharing Vision yang juga Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad (Jeff), mengatakan, berdasarkan hasil survey Sharing Vision pada 2015, e-commerce memberikan kontribusi 60%-70% terhadap pendapatan penyedia jasa logistik. Ia memastikan, kontribusinya terhadap sektor logistik akan terus menanjak seiring dengan semakin melambungnya popularitas e-commerce di tengah masyarakat.

"Tahun ini pertumbuhan volume dan nilai transaksi e-commerce akan kembali menyentuh double digit. Ini juga tentu akan berkorelasi dengan pertumbuhan transaksi jasa logistik," ujarnya, di Bandung, Senin, 9 September 2019.

Berdasarkan data Sharing Vision, nilai pasar e-commerce Indonesia tumbuh rata-rata 39% per tahun. Jeff memprediksi, pada tahun depan nilai pasar e-commerce Indonesia akan menembus Rp 1.700 triliun.

"Ini terjadi karena semakin besarnya pergeseran aktivitas belanja dari offline ke online. Bahkan, untuk pembelian tiket, pergeserannya sudah mencapai 90%," tuturnya.

Tingginya pergeseran tren belanja tersebut, menurut dia, dipicu semakin banyaknya pengguna internet dan gadget yang aware terhadap e-commerce, konvergensi cyber space dengan physical space, dan perang promo. Faktor pendorong lainnya adalah karakter belanja digital yang selaras dengan gaya hidup generasi milenial.

"Konsumen, khususnya generasi milenial, lebih memilih berbelanja online karena lebih mudah, lebih murah, dan praktis. E-commerce juga dinilai mampu memberikan pilihan barang yang lebih beragam," tutur Jeff.

Hasil survey Sharing Vision menyebutkan, 64% konsumen online adalah generasi milenial, menikah, dan bekerja. Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi, saat ini jumlah generasi milenial Indonesia mencapai 90 juta jiwa.

Branch Manager JNE Bandung, Iyus Rustandi, juga mengatakan, pesatnya pertumbuhan e-commerce memang berkorelasi terhadap peningkatan industri jasa logistik. JNE Bandung sendiri, menurut dia, rata-rata mencatat pertunbuhan pengiriman sebesar 30%-40% per tahun.

"Jumlah paket yang dikirimkan JNE dari Bandung terus meningkat. Paket yang keluar dari Bandung lebih besar dibandingkan yang masuk dan itu didominasi produk e-commerce," ujarnya.

Sebagian besar produk yang dikirimkan dari Bandung, menurut dia, adalah produk fesyen. Sisanya adalah produk kecantikan, kerajinan tangan, serta makanan dan minuman. 

Bandung sendiri, menurut dia, memberikan  kontribusi yang cukup besar terhadap total jumlah paket yang dikirim JNE secara nasional. Setiap bulannya, secara nasional JNE mengirimkan lebih dari 20 juta paket.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa saat ini industri logistik sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat di era digital. Ia memprediksi, ke depan peran industri jasa logistik akan semakin vital.***

Bagikan: