Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Aplikasi OSS Permudah Pelaku UMKM

Agus Kusnadi
BEBERAPA pegawai Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sedang mealkukan pelayanan dikantor barunya yang berada di samping lapang alun-alun Parigi, Selasa, 10 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
BEBERAPA pegawai Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sedang mealkukan pelayanan dikantor barunya yang berada di samping lapang alun-alun Parigi, Selasa, 10 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PARIGI,(PR).- Online Single Submission (OSS) merupakan perizinan berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Sudah banyak para pelaku UMKM di Kabupaten Pangandaran yang mendaftarkan diri usahanya melalui aplikasi OSS.

"Sudah banyak pelaku UMKM yang sudah bisa melakukan pendaftaran usahanya sendiri melalui aplikasi online," ujar Kepala Bidang Perijinan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab Pangandaran Salimin, Selasa, 10 September 2019.

Menurut Salimin, caranya sangat mudah, cukup membuka aplikasi OSS lalu memasukan nama si pemohon yang dilanjutkan dengan mengisi data persyaratan lainnya. Di antaranya seperti KTP yang sudah elektronik, NPWP, alamat imail, jenis usaha.

"Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi cara mendaftarkan usahanya melalui aplikasi OSS terutama kepada para pelaku UMKM dan pelaku usaha di obyek wisata pantai Pangandaran. Alhamdulillah rata-rata mereka sudah mengerti dan mendaftarkan usahanya sendiri tanpa bantuan kami," ujar Salimin, seraya menambahkan, bahwa pihaknya siap untuk melayani pelaku usaha kaitan dengan perizinan.

Kasi Pelayanan dan Perizinan Non Perizinan II, Dedi Unadi menambahkan, OSS usaha dan kormersial melalui online hingga saat ini belum ada kendala.

"Meski sempat mengalami offline pada saat memasukan data, namun itu tidak terlalu mengganggu," ujar Dedi kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Sejak diberlakukannya aplikasi OSS pada Desember 2018 lalu, kata Dedi, ijin usaha dan komersial pihaknya sudah mengeluarkan sekitar 512 izin UMKM dengan 5.000 kuota untuk se-Indonesia di tahun 2019.

Sementara Sri Andriani salahsatu pelaku UMKM asal Kab Pangandaran mengaku sudah mendaftarkan usahanya melalui aplikasi OSS.

"Alhamdulillah dengan layanan tersebut semakin mudah untuk mengurus perijinan," ucap Sri.***

Bagikan: