Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Sejumlah Pekerjaan Tercatat Gagal Lelang

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI lelang proyek.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI lelang proyek.*/DOK. KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- PLT Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Pandeglang, Asep Rahmat menyebutkan, dari 167 paket pengadaan yang menggunakan sumber dana APBD  Pandeglang maupun Dana Alokasi Khusus Provinsi atau pusat, 9 di antaranya diperkirakaan gagal untuk lelang.

"Dari 167 paket yang dilelangkan, 9 di antaranya gagal lelang," ucap Asep kepada Kabar Banten, Senin 9 September 2019.

Ia mengatakan, berdasarkan sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup) ada 167 paket yang dilelangkan. Namun berdasarkan dokumen pelaksanaan pengadaan (DPP) yang masuk ke ULP Pandeglang ada 157 paket.

"Nah  artinya ada selisih 10 paket, 7 di antaranya itu ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, satu paket di Dinas Kesehatan, satu paket di Dinas Pertanian dan satu paket lagi ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tapi untuk BPBD Pandeglang bentar lagi tayang," katanya.

Menurutnya, kendala gagalnya lelang itu disebabkan, karena kurang matangnya perencanaan yang dibuat oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Nah kalau di PU sudah kami konfirmasikan yang 7 paket itu tidak jadi dilelangkan, hal itu karena terkendala teknis. Karena hasil perencanaan dengan pagu yang ada tidak sesuai, terus yang satu paket pengadaan hewan ternak yang dipertanian juga nampaknya tidak jadi dilelangkan. Karena harus ada by name by adresnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kasubag Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa ULP, Usep Permana mengatakan, RUP yang belum disusulkan tender ke ULP tapi progres saat ini baru satu sudah masuk dari BPBD, sementara enam dari DPUPR, satu Dinas Pertanian, dan satu Dinkes. 

“Untuk yang enam paket dari DPUPR setelah diidentifikasi, ternyata itu harusnya PL bukan tender untuk empat paket. Jadi, RUP-nya harus dirubah, tadinya tender menjadi PL. untuk dua paketnya tidak dilaksanakan, karena satu paket pagu anggarannya tidak sesuai kebutuhan atau kurang, satu paket lagi ruas jalan satunya sama dengan ruas jalan sumur Tamanjaya yang sudah selesai tender. Untuk yang satu Dinkes, info dari OPD yang bersangkutan masih dipersiapkan dokumen persiapan tendernya, untuk yang satu Dinas Pertanian tidak jadi dilaksanakan,” ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.***
 

Bagikan: