Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Turun, Faktor Muat Penumpang BIJB

Tia Dwitiani Komalasari
DAMRI jurusan Cimahi-BIJB Kertajati di pelataran Apartemen The Edge Jalan Baros Kota Cimahi, Rabu, 21 Agustus 2019. Bus dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB hanya terisi 2 orang penumpang.*/RIRIN N.F/PR
DAMRI jurusan Cimahi-BIJB Kertajati di pelataran Apartemen The Edge Jalan Baros Kota Cimahi, Rabu, 21 Agustus 2019. Bus dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB hanya terisi 2 orang penumpang.*/RIRIN N.F/PR

BANDUNG, (PR)- Faktor muat penumpang (load factor) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mengalami  penurunan menjadi  58% pada Agustus 2019 dari bulan sebelumnya sebesar 66%. Pembangunan tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) yang belum rampung disinyalir menjadi faktor utama dari rendahnya okupansi penumpang tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan okupansi  Bandara Kertajati. Salah satunya dengan menggratiskan bus bandara Damri dari Bandung ke Kertajati. Meskipun demikian, upaya tersebut belum cukup untuk meningkatkan daya tarik bandara Kertajati.

"Dengan dikasih bus gratis pun, orang lebih memilih macet-macetan ke Soekarno Hatta selama lima jam, dibandingkan dengan ke Kertajati selama tiga jam," ujar Hery, di Bandung, Rabu malam 4 September 2019.

Oleh sebab itu, dia mengatakan, pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap agar pembangunan tol Cisumdawu bisa segera rampung. Akses jalan tol ini bisa memangkas perjalanan Bandung - Kertajati menjadi 45 menit. "Kalau bisa dibilang, seharusnya tol Cisumdawu ini sudah dibangun sejak 10 tahun lalu. Rencana pembangunannya pun sebenarnya sudah ada sejak lama,"ujarnya.

Dia mengatakan, tol Cisumdawu juga memegang kunci penting dalam konektivitas Jawa Barat. Sebab tol ini akan menjadi penghubung ke kawasan segitiga rebana, termasuk di antaranya Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit optimistis jika  jalan tol Cisumdawu seksi I - III bisa beroperasi akhir tahun 2020. Meskipun hingga saat ini, pembangunan tersebut masih terkendala masalah pembebasan lahan. Berdasarkan data Kementrian PUPR,  pembebasan lahan seksi I mencapai 72,9%  seksi II 93,11%, dan seksi III 99,76 %.

Meskipun demikian, pembangunan jalan tol Cisumdawu seksi I - III tersebut masih belum menghubungkan akses dari Bandung ke Bandara Kertajati. Jalan tol Visumdawu baru terhubung ke bandara Kertajati pada pembangunan tol seksi IV - VI. Pembangunan tersebut dilakukan oleh PT Citra Karya Jabar Tol yang masih dalam proses pembebasan lahan.

Danang meminta pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih pro aktif dalam memberikan sosialisasi pada masyarakat yang terdampak pembangunan tol. "Memang dengan Pemda harus lebih banyak ngobrol. Kami pernah usul agar melakukan komunikasi tiga bulan sekali untuk membahas progress Cisumdawu,"ujarnya. ***

Bagikan: