Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Layanan HT-el, Permudah Warga Urus Kredit Pemilikan Rumah

Satrio Widianto
FOTO ilustrasi perumahan rakyat.*/ANTARA
FOTO ilustrasi perumahan rakyat.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menunjuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menjadi bank pertama  pelaksana pilot project Layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el). Dengan  sistem HT-el maka memungkinkan penyelesaian pembuatan sertifikat Hak Tanggungan menjadi lebih cepat.

Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil mengatakan, layanan elektronik ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Penerapan layanan pertanahan berbasis elektronik ini juga akan membuat kerja para kepala kantor pertanahan menjadi lebih mudah, ringan, dan cepat," ujarnya di Jakarta, Rabu 4 September 2019.

Sebagai informasi, Hak Tanggungan (HT) adalah jaminan pelunasan utang atas hunian termasuk tanah debitur. Sertifikat HT membuat debitur memberikan wewenang kepada kreditur untuk melakukan tindakan seperti lelang atau penjualan agunan ketika terjadi kredit macet.

Sebelumnya, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sertifikat HT adalah 100-200 hari. Dengan adanya sistem ini, maka pembuatan sertifikat HT ditetapkan maksimal 7 hari. Pembuatan sertifikat HT yang lebih cepat ini berpengaruh kepada efisiensi waktu dan biaya yang dikeluarkan BTN jika hendak mengeluarkan dokumen ini. Pembuatan sertifikat HT yang lebih cepat membuat BTN bisa mempercepat mekanisme lelang.

Percepatan mekanisme lelang membuat BTN tak perlu membuat pencadangan (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN) atas aset yang dijaminkan debitur kredit pemilikan rumah (KPR). Hal ini bisa membuat rasio CKPN perseroan meningkat dan membantu pemenuhan aturan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK 71) yang akan diterapkan 2020 mendatang.

“Adanya HT-el ini akan menjadi langkah antisipasi kami sebelum membentuk pencadangan. Dengan langkah antisipasi ini beserta upaya peningkatan pencadangan yang kami lakukan, kami membidik rasio pencadangan kami di atas 100% pada 2020 nanti,” kata Pelaksana tugas Direktur Utama BTN Oni Febriarto pada acara Soft Launching Layanan HT-el di kawasan Sudirman, Jakarta.

Sistem baru ini juga akan membantu BTN dalam memantau pengerjaan HT, sebab progres pembuatan dokumen ini akan dibuka secara transparan.

Tak hanya itu, sistem pembuatan HT-el diklaim akan meminimalisasi biaya proses pendaftaran HT. Penghematan bisa dilakukan karena sertifikat akan didaftarkan langsung oleh bank selaku kreditur tanpa perantara notaris

Pada tahap pertama, sistem pembuatan sertifikat HT-el akan dijalankan di 42 kantor BPN. Puluhan kantor ini tersebar di 20 provinsi yang dipilih berdasarkan tingkat pelayanan sertifikat HT tertinggi.***

Bagikan: