Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Asia, Pasar Potensial Ekspor Indonesia

Satrio Widianto
ILUSTRASI.
ILUSTRASI.

JAKARTA, (PR).– Perluasan pasar menjadi prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bisa menyelamatkan ekspor. Apalagi, saat ini kondisi perdagangan luar negeri tengah lesu terimbas ketidakpastian ekonomi global. Perjanjian-perjanjian dagang mutlak harus dilakukan guna menggali potensi perdagangan yang lebih besar. 

Penguatan dan perluasan kerja sama, baik ke kawasan Afrika dan Asia akan membuat potensi ekspor semakin besar. Ekonom Perdagangan Luar Negeri dari Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal menggarisbawahi soal pasar Asia yang bagaimanapun  merupakan kiblat baru berpotensi besar. 

"Penguatan dan perluasan kerja sama ke kawasan Asia akan membuat potensi ekspor bisa semakin besar ke depan. Asia tak lain merupakan pabrik besar baru di dunia. Negara-negara maju di Eropa dan Amerika bahkan sudah menyadari hal tersebut," katanya di Jakarta, Kamis 5 September 2019. 

Karena itulah, ujar Fithra, banyak negara maju di dua benua tersebut yang mengalihkan basis produksinya ke emerging market yang ada di Asia. Pemerintah Indonesia pun dilihatnya juga sudah menyadari hal tersebut.  "Dari sisi arah sudah ke sana,” ujarnya.

Menariknya Asia untuk perdagangan dunia, menurut dia, karena kawasan ini akan menjadi penyumbang output terbesar pada satu dekade ke depan. Hal tersebutlah yang memungkinkan transaksi perdagangan akan mayoritas berada di Asia. “Tahun 2030 dari sisi output, terutama emerging market di Asia, ada China, ASEAN, Jepang, Korea, dan beberapa negara besar lainnya di Asia, itu bisa menyumbang 33-40% output dunia,” papar Fithra. 

Hal itu senada dengan laporan yang dirilis McKinsey Global Institute (MGI) bertajuk Asia's Future is Now. Terungkap bahwa sejak tahun 2017, sekitar 52% porsi perdagangan di Asia merupakan perdagangan intrakawan. Kondisi ini menunjukkan tren pemenuhan kebutuhan pasar di Asia dipenuhi rantai pasok yang berada di dalam kawasan.  

Pasar Asia sudah merupakan penyumbang terbesar dalam membentuk nilai ekspor Indonesia periode Januari-Juli 2019. China saja berkontribusi sebesar 15,53% dari total nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut. Sementara itu, kawasan Asia Tenggara menyumbang sampai 22,98% dari total nilai ekspor pada periode yang sama.***

Bagikan: