Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Simplifikasi Cukai Dianggap Akan Ciptakan Monopoli Industri Rokok

Satrio Widianto
ILUSTRASI cukai.*/DOK PR
ILUSTRASI cukai.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Pelaku industri rokok tanah air kini tengah resah menyusul rencana pemerintah memberlakukan kebijakan simplifikasi atau penyederhanaan penarikan cukai. Mereka menilai, pelaksanaan simplifikasi cukai akan menggiring industri rokok dimonopoli dan dikuasai oleh kelompok industri besar yang memiliki modal kuat.

Sulami Bahar, Ketua Gabungan Pabrik Rokok Surabaya (Gapero) mengatakan, kebijakan cukai yang berlaku saat ini sudah cukup baik karena melindungi industri rokok secara adil. Pelaksanaan simplifikasi cukai justru akan menciptakan monopoli industri rokok di dalam negeri.

“Ada pihak tertentu yang memaksakan simplifikasi, dan arahnya menuju monopoli industri rokok. Untuk itu, wacana penerapan simplifikasi penarikan cukai harus kembali ditolak oleh Presiden dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa 3 September 2019.

Sulami menilai penerapan simplifikasi cukai akan menekan pabrik rokok skala menengah dan kecil, dan mengancam kesempatan kerja yang selama ini disediakan pabrik tersebut. Padahal, pabrik-pabrik rokok skala menengah dan kecil selama ini memberikan kesempatan kerja kepada ribuan angkatan kerja dengan usia produktif.

Menurut dia, penutupan pabrik rokok skala menengah dan kecil tidak hanya akan mematikan ekonomi rakyat, tetapi juga akan merugikan perekonomian daerah setempat.

Sulami juga menyebut anggapan bahwa penerimaan negara dari cukai tidak optimal merupakan hal yang tidak dapat dibuktikan, karena beleid yang mengatur hal tersebut baru keluar pada 2018. Target penerimaan cukai senilai Rp172 triliun sepanjang tahun ini pun diyakini akan tercapai. “Saat ini baru masuk ke semester II 2019, sehingga target penerimaan cukai tahun ini belum tercapai. Saya yakin target penerimaan cukai yang ditetapkan pemerintah akan tercapai,” ujarnya.***

 

Bagikan: