Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Nasabah Perlu Tahu, Biaya Transfer Antarbank Kini Turun

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA Unit Operasional Sistem Pembayaran Kuswinarso, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA Erry P. Suryanto dan Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Albert Mario Davidson saat memberikan materi pada acara Media Briefing SKNBI di Gedung Kpw BI Banten, Senin 2 September 2019.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
KEPALA Unit Operasional Sistem Pembayaran Kuswinarso, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA Erry P. Suryanto dan Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Albert Mario Davidson saat memberikan materi pada acara Media Briefing SKNBI di Gedung Kpw BI Banten, Senin 2 September 2019.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Bank Indonesia (BI) memangkas biaya transfer antarbank melalui Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) menjadi lebih murah mulai 1 September 2019. Sebelumnya, biaya transfer maksimal sebesar Rp 5.000 per transaksi, kini turun menjadi Rp 3.500.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA Kantor Perwakilan BI Banten Erry P Suryanto mengatakan, tujuan dari pemangkasan biaya tersebut, tak lain untuk meningkatkan layanan transfer dana. Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam transaksi cepat serta efisiensi batas maksimal.

"Dengan begitu dapat memperpendek biaya yang akan kami turunkan. Tujuan lainnya, karena kebutuhan masyarakat atas penyediaan transaksi cukup besar. Sehingga nanti kami akan tingkatkan,” ujarnya saat Media Briefing Penyempurnaan Kebijakan Operasional Sistem Klinring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di lantai empat gedung Kpw BI Banten, Senin (2/9/2019).

Saat ini, kata dia, SKNBI menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam melakukan penyelesaian transaksi keuangannya. Hal ini tercermin dari total transaksi masyarakat yang menggunakan SKNBI pada tahun 2018 mencapai angka Rp 3, 589 triliun atau meningkat sebesar 13,32 persen dari realisasi tahun sebelumnya.

Sementara, total transaksi SKNBI di Provinsi Banten pada tahun 2018 mencapai Rp 89, 61 triliun atau meningkat sebesar 3,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Diperbanyak

Pemangkasan ini juga berlaku untuk layanan transfer dana dari BI ke bank lainnya. Sebelumnya layanan transfer dana sebesar Rp 1.000 per Data Keuangan Elektronik (DKE) akan turun 40 persen menjadi Rp 600 per DKE.

Tidak hanya biaya transfer dana yang diturunkan. Akan tetapi periode pengiriman uang pun akan diperbanyak. Seperti sebelumnya, pengiriman uang antarbank melalui SKNBI terjadi dalam dua hingga lima kali kemudian disamakan menjadi sembilan kali penyelesaian transaksi (settlement).

“Pembayaran regular dua kali settlement, kedepan kami tingkatkan dari lima kali menjadi sembilan kali. Maka hampir setiap jam ada settlement, jika setiap jam ada settlement maka dana ke nasabah semakin cepat,” ucapnya.

Sedangkan, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah BI Banten Albert Mario Davidson menjelaskan, terkait penyempurnaan kebijakan tersebut akan diimplementasikan oleh seluruh bank. Tidak hanya itu, pihak bank juga wajib untuk memberikan informasi terhadap penyesuain biaya serta kebijakan SKNBI ini.

"Jadi pihak bank pun harus memberitahu nasabahnya terkait kebijakan ini. Seperti pemberitahuan yang ditempel pada setiap sudut kantor bank agar mudah terlihat oleh nasabah, serta melalui seluruh saluran komunikasi bank kepada nasabahnya," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***

Bagikan: