Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Harga Emas Terus Naik

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI emas.*/DOK PR
ILUSTRASI emas.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Kembali memanasnya perang dagang antara AS dengan China mengakibatkan harga emas kembali meningkat. Harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM di situs logam mulia milik Antam Senin, 2 September 2019, tercatat Rp768.000 per gram untuk ukuran 1 gram.

Harga tersebut naik Rp5.000 dibandingkan akhir pekan lalu. Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik menjadi Rp 695.000 per gram dari Rp 690.000 per gram akhir pekan lalu. 

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka di bursa comex menguat 0,48% menjadi 1.536 dolar AS per ons pada perdagangan 1 September 2019, pukul 20.30. Sedangkan, harga emas di pasar spot naik 0,53% menjadi 1.528 dolar AS per ons.

Komisaris Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Ferriyady Hartadinata, mengatakan, selama perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia berlangsung, maka harga emas masih akan terus terjadi. Kenaikan itu diakibatkan meningkatnya ketidakpastian.

“Saat ini dapat dikatakan merupakan yang tertinggi,” ujarnya saat dihubungi, Senin, 2 September 2019.

Dikatakannya, saat ini untuk emas 24K (bukan Antam) harga berada di angka Rp690.000 per gram. Sementara, harga di toko dalam ukuran yang lebih rendah dijual Rp510.000-520.000 per gram. Harga tersebut meningkat sejalan dengan pergerakan harga emas dunia sejak awal tahun.

ILUSTRASI.*/CANVA

Harga emas pengaruhi permintaan konsumen

Terus meningkatnya harga emas, kata Ferriyady, cukup memengaruhi permintaan masyarakat akan komoditas tersebut. Menurutnya, ada sedikit pergeseran permintaan merespon pergerakan harga emas. Pergeseran tersebut menyesuaikan dengan kemampuan berbelanja para pelanggannya.

“Agak slow. Dari yang sebelumnya membeli yang kandungannya 70-75%, kini bergeser ke emas muda. Atau dari yang sebelumnya membeli di ukuran 10 gram beralih ke lima gram atau ke ukuran yang lebih kecil,” katanya.

Disinggung mengenai dampak dari pergerakan tersebut terhadap bisnis perusahaan, Ferriyady tak menampik hal tersebut memunculkan tantangan tersendiri. Hanya, menurutnya, masyarakat Indonesia sudah sangat memahami mengenai kondisi yang terjadi karena sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi. Selain itu, masyarakat Indonesia sangat terbiasa menyimpan emas perhiasan.

“Untuk tahun ini agak challenging. Namun yang terpenting bisa segera berhenti atau jangan sampai ada gejolak yang lebih parah,” ujarnya.

Bersinarnya harga komoditas emas ditengah kondisi global saat ini juga telah disampaikan CEO Perusahaan pialang berjangka, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), Teddy Prasetya. Menurutnya, perang dagang antara AS dan China akan memengaruhi perkembangan harga komoditas di dunia. Untuk komoditas emas, harganya  diprediksi akan terus meningkat seiring masih berlanjutnya ketegangan di antara kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.

“Emas sendiri semakin tidak pasti kondisi ekonomi harganya akan semakin naik. Harga emas justru akan terpengaruh saat ekonomi adem,” katanya.***

Bagikan: