Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Masa Depan Transaksi Non-Tunai di Indonesia

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI kartu non tunai.*/DAILYFINANCE
ILUSTRASI kartu non tunai.*/DAILYFINANCE

BANDUNG, (PR).- Masyarakat Indonesia kian percaya diri untuk melakukan transaksi non-tunai, termasuk bepergian tanpa uang tunai. Bahkan, semakin banyak masyarakat yang memercayai cashless society di Indonesia dapat diwujudkan dalam kurun waktu kurang dari delapan tahun.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman memaparkan bahwa berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes 2018 yang dilakukan perusahaannya, jumlah konsumen yang melek digital semakin bertumbuh di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Masyarakat Indonesia semakin menyadari manfaat pembayaran non-tunai dan tertarik dengan masa depan tanpa tunai.

Kondisi tersebut diantaranya ditunjukkan oleh jawaban responden, dimana sekitar 82% responden menyatakan mereka telah mencoba bepergian tanpa tunai. Kemudian, 77% masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran nontunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Selain itu, 41% juga meyakini Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun.

“Hal ini merupakan sebuah peningkatan dibandingkan dengan hasil studi tahun lalu yang mana mayoritas responden memperkirakan bahwa masyarakat tanpa tunai akan terwujud dalam kurun waktu 8 hingga 15 tahun,” katanya  di sela Workshop Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak, di Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019. 

Meningkatnya kepercayaan diri masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi non-tunai tersebut, menurut Riko, dikarenakan akses terhadap pembayaran non-tunai semakin terbuka dengan berbagai opsi. Mulai dari pembayaran menggunakan kartu, teknologi nirkontak, hingga yang berbasis kode QR.

“Menjalani gaya hidup nontunai menjadi lebih mudah dan menarik bagi masyarakat Indonesia karena banyaknya opsi cara membayar. Konsumen juga menginginkan proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan aman yang mendorong mereka semakin mengurangi penggunaan uang tunai dan memulai gaya hidup nontunai,” ujar Riko.

Dari beragam jenia transaksi non-tunai yang ada, Riko mengatakan 7 dari 10 masyarakat Indonesia (71%) tertarik untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu nirkontak. Sementara, 79% tertarik dengan pembayaran nirkontak berbasis mobile. Di sisi lain, 82% masyarakat Indonesia merasa tertarik menggunakan pembayaran berbasis kode QR, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil studi tahun lalu yang hanya 50%.

“Kecepatan, kenyamanan, dan keamanan adalah alasan utama tertarik menggunakan pembayaran nirkontak. Sedangkan untuk pembayaran berbasis kode QR dinilai dapat menghemat waktu, mudah digunakan, tidak ribet, aman, dan menyenangkan,” katanya.

Kendati semakin nyaman bertransaksi non-tunai, Riko mengatakan, keamanan bertransaksi tetap menjadi prioritas utama yang diperhatikan pengguna. Alasannya, 9 dari 10 responden mengatakan kepastian keamanan data pribadi saat bertransaksi menggunakan ponsel menjadi salah satu fokus utama.

“Keamanan informasi pribadi menjadi fokus utama mereka. Oleh karena itu Visa berkomitmen untuk menghadirkan teknologi pembayaran dan keamanan digital terbaru, seperti Visa Contactless dan Visa Token Service, agar konsumen dan pelaku usaha di Indonesia dapat semakin percaya diri saat bertransaksi,” ujar Riko.***

Bagikan: