Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 21.2 ° C

Sumedang Kehilangan Potensi Emas di Kawasan Aero City

Adang Jukardi
BANDAR Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
BANDAR Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

SUMEDANG, (PR).- Kabupaten Sumedang kehilangan potensi “emas” dari pembangunan wilayah Aero City Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Pasalnya, berdasarkan laman situs resmi BIJB, wilayah yang termasuk ke dalam Aero City BIJB, yakni Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan).

“Jadi,  Kabupaten Sumedang di wilayah timur yakni  Ujungjaya dan Tomo yang diharapkan sebelumnya masuk ke dalam kawasan Aero City BIJB, ternyata tidak. Ini artinya, Kabupaten Sumedang loss potensi dari kawasan Aero City BIJB. Ini sangat disayangkan. Padahal peluang bisnis  dan investasi di kawasan Aero City amat lah besar,” ujar  Wakil Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kab. Sumedang, Asep D Darmawan di Sumedang, Minggu 25 Agustus 2019. 

Menurut dia, kehilangan potensi itu sangat disayangkan. Sebab, di kawasan Aero City itu akan terjadi  pertumbuhan ekonomi yang pesat  melalui pembangunan berbagai industri pendukung BIJB Kertajati. Dengan pembangunan berbagai industri, akan menghasilkan multiplayer effect bagi daerah yang masuk ke dalam kawasan tersebut. Lapangan kerja akan terbuka luas, pendapatan masyarakat meningkat, perekonomian tumbuh   hingga kemakmuran rakyat pun akan terwujud.

“Dikarenakan Kec. Ujungjaya dan Tomo tidak termasuk ke dalam wilayah Aero City,  sehingga Kabupaten Sumedang tidak akan kecipratan berbagai peluang bisnis dan investasi yang akan dibangun di kawasan itu.  Apalagi peluang bisnis dan investasi di Aero City skala besar,” tutur Asep Darmawan    

Kendati tidak masuk Aero City, kata dia, Kab. Sumedang masih punya kesempatan bisnis dan investasi dari kehadiran BIJB Kertajati, Tol Cisumdawu, termasuk  Pelabuhan Patimban di Kab. Subang.  Peluang itu bisa didapat apabila Pemkab Sumedang membuat terobosan pembangunan yang cemerlang.  Misalnya, membangun infrastruktur jalan outer ring road (jalan lingkar) di kawasan Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (Butom). Terlebih kawasan Butom dekat dengan kawasan Aero City. “Pembangunan outer ring road Butom ini, akan menumbuhkan perekonomian baru di wilayah tersebut,” tuturnya.

Memancing investor

Asep mengatakan, pembangunan jalan lingkar Butom itu dapat memancing para investor menanamkan modalnya di sektor industri. Terlebih di wilayah Ujungjaya, akan dibangun kawasan industri. Bisa industri pendukung BIJB, atau pun industri lainnya.  Industri yang paling memungkinkan, seperti halnya membangun pergudangan, kargo, pengepakan barang termasuk industri tekstil.

“Jadi, barang-barang yang dikirim melalui udara atau kargo, bisa disimpan di gudang yang ada di Ujungjaya. Begitu pula dibangun terminal  peti kemas yang diangkut melalui kapal laut di Pelabuhan Patimban Subang.  Nah, jalan lingkar Butom ini dapat memudahkan akses transportasi kendaraan yang mengangkut peti kemas dari Patimban atau pun kargo dari BIJB,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan,  mengingat PDRB (Produk Domestik Regional Bruto/jumlah keseluruhan dari nilai tambah barang dan jasa) wilayah Butom  di sektor pertanian, sehingga bisa juga dikembangkan industri pertanian ekspor dan impor. Misalnya, dibangun industri pengemasan dan pengepakan berbagai produk  unggulan Kab. Sumedang untuk tujuan ekspor.  “Mangga gedong gincu bisa dikemas di Ujungjaya untuk diekspor ke beberapa negara melalui Pelabuhan Patimban, Subang. Begitu pula  ubi cilembu dan tembakau yang merupakan produk unggulan Kab. Sumedang,” ucap Asep.

Jika pembangunan jalan lingkar  Butom dan berbagai peluang bisnis dan investasinya tidak segera dieksekusi oleh Pemkab Sumedang,  Kabupaten Sumedang akan ketinggalan kereta  dengan kehadiran BIJB, Pelabuhan Patimbang dan tol Cisumdawu.  Bukan mustahil jika konsep tersebut dicaplok daerah Ciayumajakuning, sehingga Kab. Sumedang  akan gigit jari.

“Jangan sampai, Sumedang kalah cepat dengan daerah lain. Peluang bisnis dan investasi dengan kehadiran BIJB dan Pelabuhan Patimban, harus segera ditangkap oleh Sumedang  untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat Sumedang,” ujarnya.***

Bagikan: