Pikiran Rakyat
USD Jual 13.984,00 Beli 14.082,00 | Umumnya cerah, 21.1 ° C

Pembeli Harus Tahu, Gula Kelapa dan Gula Merah itu Beda

Nurhandoko
IRUN bersama istri warga Sidamulya, Keamatan Langensari, Kota Banjar mencetak gula kelapa asli, beberapa waktu lalu.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
IRUN bersama istri warga Sidamulya, Keamatan Langensari, Kota Banjar mencetak gula kelapa asli, beberapa waktu lalu.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Keberadaan gula kelapa selama ini adalah identik dengan sebutan gula merah. Akan tetapi pada kenyataannya sejak beberapa tahun belakangan ini di pasaran mulai ada perbedaan antara gula kelapa (asli) atau gula jawa dengan gula merah.

Memang, bahan baku kedua gula tersebut sama, yakni nira, entah itu nira kelapa maupun nira aren atau kawung. Yang membedakan adalah gula kelapa murni hanya dibuat  dari nira, sedangkan gula merah bahan bakunya nira dicampur dengan gula pasir atau gula rafinasi.

Keberadaan gula merah ternyata membuat sejumlah perajin gula kelapa, mengeluh, karena kalah bersaing dengan gula merah. Alasannya di pasaran tidak membedakan gula merah dengan gula kelapa. Di lain pihak,  penampilan gula merah lebih menarik dibandingkan dengan gula kelapa yang lebih banyak dibuat secara tradisional.

“Bagi masyarakat umum mungkin agak sulit membedakan mana gula kelapa orisinil dengan gula merah yang pembuatannya dicampur gula pasir, rafinasi.  Terus terang sejak muncul gula merah, berpengaruh terhadap penjualan gula kelapa,” ungkap Wagino Toyib, pengepul gula kelapa di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jumat 23 Agustus 2019.

Dia mengatakan sampai saat ini masih banyak yang menyamakan gula kelapa dengan gula merah. Padahal keduanya memiliki perbedaan komposisi, yaitu nira asli dan yang lainnya dicampur gula pasir rafinasi.  Wagino mengakui penampilan gula merah lebih menarik dibandingkan gula kelapa. Misalnya warna lebih cerah dan padat. Komposisi warna juga seragam. Beda halnya dengan gula kelapa, warnanya yang kadang tidak rata.

Demikian pula gula merah cetakannya lebih rapi dibandingkan gula kelapa yang dibuat secara tradisional. Gula merah lebih keras dibandingkan gula kelapa asli. Wagino menambahkan pembuat gula merah banyak ditemui di wilayah Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, dibandingkan perajin di wilayah Kecamatan Pamarican.

“Perajin tradisional itu apa adanya, sehingga warna gula yang dihasilkan sangat tergantung nira dan proses pemasakannya. Produksinya juga tidak banyak. Beda dengan gula merah produksinya massal. Karena beda komposisi, mungkin untuk kesehatan dampaknya juga berbeda, perlu penelitian detil,” ungkapnya.

Wagino yang sebelumnya juga sebagai pembuat gula kelapa, mengatakan ada cara praktis  membedakan kedua gula tersebut yakni saat dicairkan. Gula merah lebih cair, serta rasanya lebih manis. Sedangkan gula kelapa yang lebih pekat dengan aroma khas, serta rasanya lebih legit.

Dia mengatakan saat ini harga gula kelapa Rp 12.000 per kilogram, naik dari sebelumnya berkisar di bawah Rp 10.000. Selain itu musim kemarau, seperti yang berlangsung saat ini  juga mengakibatkan menurunnya produksi gula kelapa. Apabila sebelumnya mampu mengumpulkan 2 ton per mibggu saat ini, hanya sekitar 500 kilogram.

Keluhan banyaknya peredan gula merah juga dikemukakan pengepul gula kelapa asal Lakbok, Warsinah.  Dia mengatakan banyak pembuat atau perajin gula kelapa yang  membuat gula merah. Daikuinya tidak ada larangan membuat gula merah, sehingga semuanya dikembalikan kepada masyarakat.

 “Saya lebih pilih gula kelapa atau gula aren asli, ketimbang gula merah. Di lidah gula kelapa rasanya lebih pas. Agar pembeli tidak keliru memilih, sebaiknya pedagang memberi tahu barang dagangannya gula merah atau gula kelapa,” tutur Warsinah.***

Bagikan: