Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Darmin Nasution: Pasar Modal Harus Terbuka untuk UKM

Tia Dwitiani Komalasari
PASAR modal baik saham maupun obligasi di Indonesia masih atraktif di tahun ini.*/DOK.PR
PASAR modal baik saham maupun obligasi di Indonesia masih atraktif di tahun ini.*/DOK.PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mendorong agar usaha kecil menengah (UKM) bisa mendapatkan pembiayaan dari pasar modal. Untuk mewujudkan hal itu, regulator pasar modal perlu melakukan penyederhanaan aturan sehingga bisa diikuti oleh pelaku UKM.

"Kita perlu penyederhanaan bagi usaha kecil untuk masuk pasar modal, khususnya saham. Kalau itu dilakukan, maka pasar modal itu bukan cuma buat yang berumah di atas awan, tetapi juga bagi yang di bumi," kata Darmin saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 Pasar Modal di Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019.

Dia mengatakan, regulator pasar modal juga perlu memudahkan aturan pembukaan rekening efek bagi investor. Dengan demikian, basis investor pun diharapkan meningkat.

“Saat ini, proses pembukaan rekening efek pun sudah cukup singkat, yaitu 30 menit. Kita perlu rutin mengakselerasi pembukaan rekening efek yang lebih cepat untuk meningkatkan basis investor," ujarnya.

Selain itu, Darmin meminta agar pembiayaan melalui pasar modal dan perbankan bisa lebih efisien. Hal ini diperlukan agar bisa mendorong para pelaku usaha maupun investor untuk melakukan ekspansi usaha.

"Apalagi, saat ini merupakan periode pelonggaran atau easing sehingga kami berharap biaya untuk melakukan investasi maupun modal kerja perusahaan bisa secara bertahap lebih murah," ujarnya.

Pasar modal berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.*/DOK PR

Darmin mengatakan, ia mendukung adanya persaingan yang sehat antara industri perbankan dengan pasar modal. Lembaga pembiayaan yang sehat dapat mendukung pertumbuhan ekonomi mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Oleh karena itu, dua lembaga ini perlu mengeluarkan inovasi yang memperkuat sektor keuangan. Selain responsif, pasar modal dan perbankan diharapkan bisa menerapkan layanan yang lebih mudah dan cepat bagi pelaku ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, mengatakan, pihaknya terus mengarahkan agar pasar modal lebih dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.  Pasar modal juga perlu menjadi pilar yang mendukung ekpsor, subtitusi impor, dan membuka luas lapangan kerja.

“Mencermati perlambatan ekonomi dunia ke depan, kita membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di sinilah pasar modal akan didorong lebih berkontribusi,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemanfatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang sudah mengalami peningkatan. Pembiayaan tersebut di antaranya untuk program strategis pemerintah maupun pembiayaan dunia usaha.

Hingga 19 Agustus 2019, total penghimpunan dana melalui pasar modal di tahun 2019 mencapai Rp112,4 triliun. Dana tersebut terhimpun dari 104 penawaran umum dengan 29 di antaranya adalah emiten saham baru. Sementara, total pengelolaan produk investasi  telah mencapai Rp805 triliun, atau tumbuh 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.***

Bagikan: