Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Kemenaker Klaim Lampaui Target Penciptaan Lapangan Kerja

Satrio Widianto
RIBUAN pencari kerja memenuhi stan perusahaan peserta jobfair 2019, di Lapangan Prawatasari, Cianjur, Selasa, 25 Juni 2019. Puluhan ribu angkatan kerja di Cianjur, perlu bersaing dengan pendatang dari kota lain yang diperkirakan itu mencari kerja di Tatar Santri baik dalam sektor formal maupun informal.*/SHOFIRA HANAN/PR
RIBUAN pencari kerja memenuhi stan perusahaan peserta jobfair 2019, di Lapangan Prawatasari, Cianjur, Selasa, 25 Juni 2019. Puluhan ribu angkatan kerja di Cianjur, perlu bersaing dengan pendatang dari kota lain yang diperkirakan itu mencari kerja di Tatar Santri baik dalam sektor formal maupun informal.*/SHOFIRA HANAN/PR

SURABAYA, (PR).- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat, sepanjang 2015-2019, total penciptaan lapangan kerja baru mencapai 11.196.270. Dengan demikian, target penciptaan 10 juta lapangan kerja baru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo 2014-2019 telah terlampaui.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia saat ini berada di angka 5,01%. Itu merupakan angka pengangguran terendah dalam sejarah Indonesia. Meski begitu, target penciptaan dua juta lapangan kerja baru per tahun harus tetap dilaksanakan agar total penciptaan lapangan kerja sejak 2015- 2019 dapat mencapai 12 juta.

"Upaya pengurangan pengangguran, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan kualitas SDM harus ditingkatkan dan dilaksanakan secara nyata agar program ketenagakerjaan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat," kata Plt. Dirjen Binapenta dan PKK, Edi Purnama, ketika membuka kegiatan "Peningkatan Kapasitas SDM Pelaporan Pusat dan Daerah" di Surabaya, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dalam kegiatan yang diikuti diikuti 168 peserta perwakilan Disnaker provinsi dan kabupaten/kota tersebut, Edi menyatakan bahwa selama ini pembangunan ketenagakerjaan, khususnya pada bidang penempatan tenaga kerja, terus bergerak ke arah yang lebih positif. Namun begitu, pembangunan ketenagakerjaan masih membutuhkan kerja besar, termasuk pada bidang penempatan tenaga kerja.

Untuk itu, kata Edi, dalam menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang semakin kompleks dan berat, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak. "Pada bidang penempatan tenaga kerja, penguatan Informasi Pasar Kerja adalah kunci, yaitu terkait data lowongan dan penempatan tenaga kerja," imbuhnya. 

Bahkan, saat ini, kerja pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan saja, tetapi juga meningkatkan keterampilan melalui pelatihan vokasional. Kemenaker merupakan salah satu kementerian yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan SDM yang sesuai slogan pemerintah “Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju”.

Ilustrasi.*/ADE BAYU INDRA/PR

Upayanya harus nyata agar membawa manfaat

Edi menyatakan, upaya penanggulangan masalah pengangguran dan peningkatan kualitas pekerja itu harus dilaksanakan secara nyata. Tujuannya agar bisa membawa manfaat bagi tenaga kerja dan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan serta daya saing nasional.

Ditambahkannya, saat ini dunia ketenagakerjaan juga tengah dihadapkan pada tantangan era digitalisasi di mana jenis-jenis pekerjaan lama diprediksi akan hilang. Di sisi lain, jenis-jenis pekerjaan baru akan muncul.

"Perlu dipikirkan dan dicari solusi bersama untuk kelompok pekerja yang kompetensinya perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi sebagai dampak dari revolusi industri 4.0," imbuhnya.

Ia mengatakan harapannya bahwa program kementerian seperti pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga arah pengembangan suatu wilayah, harus dijadikan input dalam sinergi pelatihan dan penempatan tenaga kerja. "Gagasan tersebut akan terealisasi apabila didukung dengan data dan informasi yang akurat sebagai bahan pemantauan dan evaluasi perencanaan ke depan, baik tingkat pusat maupun daerah," katanya.***

Bagikan: