Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

BI Turunkan Suku Bunga jadi 5,5 Persen

Tia Dwitiani Komalasari
null
null

JAKARTA, (PR).- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 21-22 Agustus 2019 memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Kebijakan ini merupakan langkah pre-emptive BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kinerja pertumbuhan Indonesia hingga saat ini masih cukup terjaga. Namun BI masih perlu melakukan antisipasi dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia.

"Penurunan BI 7 Days Reverse Repo Rate diharapkan bisa mendorong permintaan domestik yang selama ini menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi. Hal itu juga bisa meningkatkan pembiayaan ekonomi,"ujar dia saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

Dia mengatakan, penurunan suku bunga itu juga mempertimbangkan inflasi yang diperkirakan masih berada di bawah titik tengah sasaran sebesar 3,5 plus minus 1 persen. Inflasi yang cukup rendah tersebut tetap terjaga sampai akhir 2019 meskipun saat ini muncul kemarau panjang. "Jika sebelumnya kami memprediksi inflasi 2019 capai 3,1 persen. Dengan adanya kemarau panjang kami prediksi inflasi ada di kisaran 3,2 persen atau 3,3 persen. Namun itu pun masih berada di bawah 3,5 persen,"ujar dia.

Selain itu, dia mengatakan, BI juga mempertimbangkan masih menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal. "Ke depan, BI akan lamukan bauran kebijakan yang akomodatif sejalan dengan remdahnya inflasi, terjaganya stanilitas internal, dan rendahnya inflasi," ujarnya. 

Perry mengatakan, strategi operasi mometer tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkn efisiensi pasar uang. Dengam demikian, hal itu dapat memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. "Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong oenyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian, termasuk pembiayaan ramah lingkungan," ujarnya.

Perry menambahkan, kebijakam sistem pembayaran da  pendalaman pasar keuangan terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. "Koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat untuk mempertahankan stanilitas ekonomi  memdorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan penanaman modal asing," ujarnya.

Menurut Perry, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia  triwulan III 2019 akan lebih menuju ke arah lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut akan berlanjut ke 2020.***

Bagikan: