Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Berburu Cacing Sutra di Sungai, Harganya Jualnya Tinggi

Kodar Solihat
PENYULUH perikanan, Asep Apipudin, memperkenalkan cara budidaya cacing sutra di Purwakarta.*/DOK. IPPI
PENYULUH perikanan, Asep Apipudin, memperkenalkan cara budidaya cacing sutra di Purwakarta.*/DOK. IPPI

PURWAKARTA, (PR).- Usaha perdagangan cacing sutra (Tubifex sp) sebagai pakan alami benih ikan di Purwakarta, kini diarahkan kepada cara budidaya agar kualitas dan hasil usahanya meningkat. Bisnis cacing sutra diketahui menjadi salah satu usaha menggiurkan yang digeluri masyarakat, karena pasarnya tinggi dan harga jualnya cukup bagus.

Koordinator Penyuluhan Perikanan Wilayah Purwakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan, Asep Apipudin, di Purwakarta, Rabu 21 Agustus 2019 menyebutkan, usaha bisnis cacing sutra di Purwakarta sejauh ini masih hasil tangkapan, dimana dalam sehari diperoleh 100 s.d 300 liter. Tangkapan cacing sutra di Purwakarta diperoleh dari sungai, namun kini sudah dikelompokan dan dibina oleh Penyuluh Perikanan  dan Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta. 

“Dengan cara dibudidayakan, diharapkan masyarakat menjadi lebih terjamin dalam memasok kebutuhan cacing sutra bagi para pengguna, yaitu pembesaran benih ikan. Melalui budidaya, kualitas dan pasokan cacing sutra akan lebih terjaga dan lebih baik kualitasnya, dan dalam keadaan hidup sampai ke tangan pengguna, serta menjadi bersih tidak bercampur lumpur,” ujar Asep Apipudin, yang sehari-harinya penyuluh di Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta. 
 
Menurut Asep Apipudin,  Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPPI) Jawa Barat,  dan Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta sedang melakukan pembinaan kepada masyarakat yang berminat usaha budidaya cacing sutra. Walau populasi cacing sutra di Purwakarta potensi tangkapannya masih melimpah, namun cara berusaha masyarakat diarahkan menjadi lebih baik. 

Terkait pembinaan, disebutkan, berupa penguatan kepada dinamika kelompok, teknik pemasaran, kualitas dan kuantitas, keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dll. Dengan cara itu, ketersediaan populasi cacing sutra akan lebih kontinyu, rata-rata berkualitas, dll, tanpa harus bergantung kepada tangkapan karena dipengaruhi eksistensi sawah atau sungai yang merupakan habitat cacing sutra.

Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Wilayah Utara Cijengkol Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Karnen, menyebutkan, sejauh ini pangsa pasar cacing sutra sangat bagus, sebagai pakan alami bagi pembesaran benih ikan air tawar. Rata-rata harga cacing sutra hasil tangkapan dihargai Rp 20.000/liter, terutama untuk pakan benih ikan patin, ikan lele.

Dengan sudah diarahkannya usaha cacing sutra di Purwakarta, menjadi pola usaha cacing sutra secara budidaya di Jawa Barat menjadi dua daerah, setelah selama ini baru dilakukan di Karawang. “Mengapa diarahkan secara budidaya, karena menyangkut jaminan masa depan ketersediaan cacing sutra, karena jika hanya mengandalkan tangkapan, bisa terpengaruh alihfungsi sawah,” ujarnya. ***

Bagikan: