Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

92 Persen Konsumen Online Berbelanja Melalu Marketplace

Ai Rika Rachmawati
BELANJA online/THE FINANCIAL EXPRESS
BELANJA online/THE FINANCIAL EXPRESS

BANDUNG, (PR).- Marketplace menjadi platform utama pilihan komsumen online untuk berbelanja. Hasil survey Lembaga Riset Telematika Sharing Vision menunjukkan, 92 persen konsumen online berbelanja melalui marketplace.

Demikian diungkapkan Chief Digital Startup, E-commerce & Fintech (DEF) Sharing Vision yang juga Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad (Jeff), di Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019. Sementara media sosial, dipilih oleh 50 persen konsumen online.

"Sebagian besar konsumen di marketplace menghabiskan Rp 100.000-Rp 300.000 per transaksi," katanya.

Survey tersebut menunjukan, pada triwulan IV2018 jumlah transaksi online di beberapa marketplace terus mengalami peningkatan transaksi dan kunjungan. Rata-rata pertumbuhan transaksi marketplace pada periode tersebut mencapai 25 persen year on year (yoy).

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan, mengatakan, dengan kondisi tersebut marketplace sangat potensial untuk menjadi shortcut bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) guna menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, menurut dia, pelaku UMKM harus memiliki keunikan khusus agar bisa memenangkan persaingan di marketplace.

"Salah satu kelemahan marketplace adalah sulitnya menentukan harga eceran tertinggi. Tingkat persaingannya sangat ketat. Hanya mereka yang memiliki keunikan produk serta kapasitas dan kontinuitas produksi yang akan memenangkan persaingan," ujarnya.

Kendati demikian, ia mendorong agar pelaku UMKM merambah marketplace untuk mengoptimalkan pemasaran. Untuk itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan WOWBID, aplikasi lelang marketplace pertama di Indonesia.

"Kami menargetkan, hingga akhir tahun 1.500 UMKM Jabar akan bergabung dengan WOWBID. WOWBID itu marketplace yg unik. Di dalamnya ada sistem lelang," katanya.

Iwan menilai, dengan menggunakan sistem lelang, UMKM bisa menjual barang dengan kapasitas yang lebih besar. Pembeli dan penjual juga bisa melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga yang visible.

CEO & Founder dari PT WOWBID Perintis Nusantara, Rafli Ridwan, mengatakan, WOWBID merupakan aplikasi lelang marketplace pertama di Indonesia. Saat ini aplikasi yang diluncurkan sejak 19 Desember 2018 itu sudah memiliki lebih dari 491 ribu pengguna terdaftar dari 660 ribu pengunduh.

Untuk mengembangkan pasar di dalam negeri, menurut dia, WOWBID menggandeng PT Pos Indonesia (PERSERO), Japnas, dan Elzatta. Rafli mengatakan, kerja sama dengan Japnas adalah untuk memperluas jangkauan kepada UMKM potensial.

Sementara kerja sama dengan PT Pos adalah untuk pendistribusian barang ke rekanan dan user. Selain itu juga untuk pembelian koin untuk lelang di WOWBID yang kini bisa diperoleh melalui Pos Indonesia. 

"Dengan Elzata kami mensinergikan dua kekuatan marketplace. Kini, koleksi Elzatta bisa didapatkan lebih mudah dengan cara lelang ala WOWBID," ujarnya.

Beberapa waktu lalu WOWBID menjadi salah satu dari 61 Perusahaan dari Asia Tenggara yang paling banyak menyerap investasi sepanjang semester I 2019. Data tersebut berdasarkan database perusahaan dan perusahan rintisan (startup), CrunchBase.

"WOWBID terbuka bagi siapapun untuk melelang barang mulai dari produk kecantikan, gadget, elektronik, fashion, kerajinan dan produk atau barang - barang lainnya. Pelelang bisa merupakan individu - individu yang ingin melelang koleksinya, barang-barang dirumahnya yang sudah tidak terpakai, ataupun barang-barang langka yang jarang ada di pasaran," katanya.

Seller, menurut dia, bisa juga merupakan pemilik brands atau manufacturers yang memiliki inventori barang dari musim sebelumnya yang ingin dapat segera dijual. WOWBID juga terbuka bagi para pebisnis UMKM agar mereka memiliki akses untuk menjual dan memasarkan produk mereka secara online dengan market yang lebih luas.***

Bagikan: