Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Poppins Bazaar 2019, Saat Merek Lokal Kian Berkembang

Vebertina Manihuruk
POPPINS Bazaar "Aloha! Summer"/VEBERTINA MANIHURUK/PR
POPPINS Bazaar "Aloha! Summer"/VEBERTINA MANIHURUK/PR

BANDUNG, (PR).- Merek lokal Indonesia semakin berkembang seiring pesatnya minat generasi muda menjadi entrepreneur. Berbagai jalur untuk berjualan ditempuh, baik dengan memiliki gerai online, toko offline, e-commerce, atau melalui bazar.

Berbagai merek itu bisa melebarkan sayapnya dengan jejaring di antara para entrepreneur. Bukan hanya penjualan yang semakin luas, hal itu berdampak terhadap kreativitas bisnis, seperti beberapa merek lokal yang dirintis melalui bazar tematik di Kota Bandung, Poppins Bazaar.

"Kami sangat mengutamakan tenant local brand, apalagi fashion, karena ingin local brand semakin besar. Keberadaan Poppins juga diharapkan menjadi platform bagi local brand supaya sama-sama besar. Bahkan, kami menjadi launching platform, kalau ada brand lokal dari kota lain mau masuk pasar Bandung, pasti ikut Poppins Bazaar dulu supaya dikenal," kata Sharon Widjaja, salah seorang dari enam perempuan pebisnis yang mendirikan Poppins, saat konferensi pers di Poppins Bazaar "Aloha! Summer" di Paris van Java, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, 16 Agustus 2019.

POPPINS Bazaar "Aloha! Summer"/VEBERTINA MANIHURUK/PR

Dia mengatakan, dari belasan kali penyelenggaraan Poppins Bazaar sejak 2014, beberapa merek lokal bahkan menjadi mapan dengan masuk ke department store dan berjejaring dengan merek lokal dari kota lain. Penjualannya semakin meluas ke luar negeri.

Sharon mencontohkan merek Adore yang hadir pertama kali di Poppins Bazaar, sekarang sudah memiliki outlet di department store ternama di Kota Bandung. Di bidang kuliner, ada merek Tiga Anak Bawang yang juga memulainya di bazar itu dan sekarang sudah memiliki beberapa restoran.

Tahun ini, merek fashion baru dari Jakarta, se.indonesia, juga diperkenalkan untuk pasar Bandung. Merek yang dirintis Nicholas Sean dan Olwen Salim itu akan meluncurkan seri desain khas Bandung.

POPPINS Bazaar "Aloha! Summer"/VEBERTINA MANIHURUK/PR

"Dimulai sejak 2014, Poppins telah berkembang bukan hanya sebagai platform untuk entrepreneur berjualan produk andalannya, tapi juga sebagai platform to share your idea, launch your idea, and to make your idea happens. Together we will make great things happens," kata Natalie Koswara yang juga dari tim Poppins.

Bahkan, kata dia, karena bazar kali ini mengangkat tema "Yang Muda Yang Berkarya", hampir semua tenant dimiliki para pengusaha muda. Melalui bazar itulah mereka membuka jejaring dan menambah pengetahuan bisnisnya.

Omset miliaran rupiah

Anita Suryadinata, salah seorang anggota tim Poppins lainnya mengatakan bahwa dalam setiap bazar, omset keseluruhan tenant mencapai sekira Rp4 miliar. Angka itu didapat dari puluhan tenant kuliner dan fashion.

"Omset total sekira Rp2 miliar selama tiga hari bazar untuk tenant food, fashion juga kurang lebih sama," katanya.

Pada bazar kali ini yang diselenggarakan sampai Minggu 18 Agustus 2019, Poppins menggelar Great Sale yang dibarengi momen Indonesia Great Sale. Anita menyatakan bahwa omset itu diharapkan semakin meningkat karena semua produk didiskon minimal 30 persen.

"Great Sale ini baru pertama kali diadakan di Poppins, rencananya akan menjadi annual event," ucap Anita.***

Bagikan: