Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 28.3 ° C

BNI Syariah Genjot Literasi Keuangan Syariah Para Pelajar

Yulistyne Kasumaningrum
PIMPINAN Wilayah Barat BNI Syariah Dade Darmawan dan anggota Jurnalis Ekonomi Syariah Bandung menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban, di SD El Fitra, Jalan Cibodas Raya Antapani, Kota Bandung, Selasa, 13 Agustus 2019. Daging kurban disalurkan ke Desa Lio Madur, Kampung Nagrak Ciparay, warga sekitar Elfitra, dan warga Asia Afrika*/ADE BAYU INDRA/"PR"
PIMPINAN Wilayah Barat BNI Syariah Dade Darmawan dan anggota Jurnalis Ekonomi Syariah Bandung menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban, di SD El Fitra, Jalan Cibodas Raya Antapani, Kota Bandung, Selasa, 13 Agustus 2019. Daging kurban disalurkan ke Desa Lio Madur, Kampung Nagrak Ciparay, warga sekitar Elfitra, dan warga Asia Afrika*/ADE BAYU INDRA/"PR"

BANDUNG, (PR).- Optimalisasi edukasi kepada para pelajar mengenai keuangan syariah diyakini merupakan kunci penting didalam pengembangan perbankan syariah. Ini karena, dengan semakin banyak generasi muda yang memahami diharapkan literasi dan inklusi perbankan syariah di Indonesia akan meningkat.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  indeks literasi keuangan syariah pada 2016 yang masih dikisaran 8,11 persen dibawah indeks literasi keuangan secara umum yang berada dikisaran 29,66 persen.

Begitu juga dengan kesadaran penggunaan produk keuangan syariah yang masih rendah. Tercatat indeks inklusi keuangan syariah pada periode yang sama baru 11,06 persen, jauh dibawah indeks inklusi keuangan nasional yang mencapai 67,82 persen.

Pimpinan wilayah barat BNI Syariah Dade Darmawan mengatakan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi tersebut telah menjadi perhatian bersama karena pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah merupakan faktor penting untuk mendorong kemajuan sektor tersebut.

“Oleh karena itu kami terus berupaya untuk mendorong literasi keuangan syariah melalui berbagai cara. Salah satunya dengan menyasar para pelajar untuk memperkenalkan keuangan syariah sejak dini,” katanya yang ditemui disela Peringatan Iduladha 1440 H “Qurbanku Hasanahku” di SD El Fitra, Bandung, Selasa, 13 Agustus 2019. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Nugroho BW dan Kepala Sekolah SD Elfitra Erly Savitri.

Melalui pengenalan tersebut diharapkan wawasan para pelajar tentang keuangan syariah akan lebih luas, seperti apa itu keuangan dan perbankan syariah serta perbedaannya dengan perbankan konvensional. “Harapannya dengan mereka memahami, bisa mengajak orang tuanya untuk mengetahui dan memahami perbankan syariah,” katanya.

Disinggung mengenai dampak dari langkah tersebut ke kinerja perusahaan, Dade menegaskan, hal itu dilakukan murni untuk meningkatkan literasi dan pihaknya tidak mematok target apapun terkait dengan bisnis yang ada. Namun, ia tak menampik dalam jangka panjang diharapkan upaya tersebut akan berdampak positif bagi perbankan syariah.

Terkait dengan kegiatan yang dilakukan, BNI Syariah bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) menyelenggarakan Qurbanku Hasanahku, yakni kegiatan pengumpulan hewan qurban yang diberikan oleh nasabah, masyarakat, maupun karyawan melalui seluruh Kantor Cabang BNI Syariah. Kemudian, disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.

”Alhamdulillah total hewan kurban yang disalurkan melalui BNI Syariah Kantor Cabang Bandung dalam rangka Idul Adha 1440 H kali ini sebanyak 32, yang terdiri dari 5 sapi dan 27 kambing/domba,” katanya. Daging dari qurban tersebut disalurkan ke Desa Lio Madur, Kampung Nagrak Ciparay, warga sekitar El Fitra, dan warga Asia Afrika.

Kegiatan tahun ini dilakukan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan bekerja sama dengan sekolah atau lembaga pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau sejarah terkait kurban sekaligus literasi keuangan syariah.

Sedangkan untuk kegiatan Qurban Hasanah di Batas Negeri, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik dan lembaga amil zakat melakukan penyaluran hewan kurban berupa satu ekor sapi di 9 sembilan titik terluar Indonesia, yaitu Dusun Penyalahadi Hulu - Kalbar, Pulau Semau – NTT, Desa Kudu - Maluku Utara, Konawe Selatan - Sulawesi Tenggara, Singkawang – Kalbar, Pulau Air Mas – Batam, Desa Ubung, – Pulau Buru, Desa Beha, - Sulut, dan Aceh Jaya – NAD. Titik tersebut merupakan lokasi dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya oleh BNI Syariah bertajuk Benteng Hasanah di Batas Negeri.***

Bagikan: