Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Banyak Penyamak Gulung Tikar, Harga Kulit Anjlok

Tim Pikiran Rakyat
SALAH seorang pengepul kulit sedang menimbang kulit sapi di salah satu tempat kurban di kawasan Jalan Otista Tarogong Kidul, Senin 12 Agustus 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
SALAH seorang pengepul kulit sedang menimbang kulit sapi di salah satu tempat kurban di kawasan Jalan Otista Tarogong Kidul, Senin 12 Agustus 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Tingginya harga obat-obatan untuk pengolahan kulit menyebabkan banyak penyamak kulit di kawasan Sukaregang, Kecamatan Garut Kota gulung tikar. Hal ini juga berpengaruh besar terhadap harga bahan baku kulit baik kulit sapi maupun domba yang kini mengalami penurunan yang drastis.

Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Humas Asosiasi Penyamankan Kulit Indonesia (APKI) Garut, Sukandar membenarkan jika saat ini usaha kulit di Garut sedang lesu. Hal ini diakibatkan banyaknya pengusaha penyamakan kulit yang gulung tikar dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

"Banyak penyamak kulit yang sudah gulung tikar dan berpindah profesi. Ini tentu menimbulkan banyak dampak terhadap perkembangan usaha kulit di Garut," ujar Sukandar, Senin 12 Agustus 2019.

Dengan banyak berkurangnya penyamak kulit tuturnya, kini persediaan kulit selalu menumpuk. Hal inilah yang telah menyebabkan harga kulit menjadi sangat rendah bahkan turun drastis dibanding sebelumnya.

Sukandar mengatakan, apalagi pada saat Idul Adha seperti sekarang ini dimana banyak warga yang berkurban dengan menyembelih sapi atau domba. Secara otomatis persediaan kulit sapi dan dombapun sangat melimpah.

Melimpahnya persediaan kulit ini menurut Sukandar tak sebanding dengan jumlah penyamak kulit yang kini sudah jauh berkurang akibat banyaknya yang gulung tikar. Hal ini pula yang menjadi penyebab anjloknya harga kulit pada musim kurban tahun ini.

"Harga kulit untuk musim kurban tahun ini anjlok jauh sekali dari tahun sebelumnya. Ini semakin membuat usaha kulit di Garut bertambah lesu," katanya.

Sangat terbatas

Disebutkan Sukandar, pada tahun ini harga kulit sapi di hargai Rp 6 ribu per kilonya, sedangkan kulit domba dihargai Rp 20 ribu per lembar. Ini sangat jauh dibanding tahun lalu dimana harga kulit sapi mencapai Rp 12 ribu perkilo dan kulit domba mencapai Rp 70 ribu bahkan lebih per lembarnya.

Padahal di sisi lain tambah Sukandar, tingkat kebutuhan kulit di perajin saat ini masih tetap tinggi. Namun akibat kurangnya jumlah penyamak, perajin pun tak bisa berbuat banyak karena hanya bisa memproduksi barang-barang dari kulit dengan jumlah yang sangat terbatas.

Salah seorang pengepul kulit, Asep (41) mengungkapkan jika musim kurban tahun ini merupakan yang paling buruk untuk para pebisnis kulit. Harga kulit di tahun ini mencapai titik terendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Disampaikan Asep, meski saat ini stok kulit sangat melimpah dengan harga yang sangat murah pula, akan tetapi dirinya tak mau berspekulasi membeli kulit dalam jumlah yang banyak untuk tahun ini. Hal ini karena harga jualnya yang juga sangat rendah bahkan cukup sulit untuk menjualnya ke penyamak.

"Biasanya setiap kali musim kurban seperti sekarang ini, saya selalu menyetok kulit dalam jumlah yang banyak yakni mencapai ratusan lembar. Namun untuk tahun ini, saya hanya berani menyetok 10 lembar saja karena sulit juga untuk menjualnya ke penyamak," ucap Asep kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***

Bagikan: