Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Fintech Semakin Digandrungi Pelaku Usaha Mikro

Ai Rika Rachmawati
Fintech.*/DOK. PR
Fintech.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pelaku usaha mikro semakin menggandrungi pembiayaan melalui financial technology (fintech). Selain persyaratannya yang dinilai lebih mudah, proses pencairannya juga lebih cepat.

Demikian diungkapkan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan, di Bandung, Minggu, 11 Agustus 2019. Selain itu, fintech juga lebih agresif dalam melakukan pemasaran.

"Pelaku usaha mikro umumnya tidak memiliki kolateral. Ini membuat mereka memilih fintech sebagai alternatif pembiayaan. Apalagi fintech juga sangat mudah karena berbasis teknologi informasi," tuturnya.

Ia memprediksi, tren fintech ke depan akan semakin meningkat, walaupun tidak bisa dipungkiri cara sebagian fintech dalam melakukan penagihan kerap dikeruhkan nasabah. Namun, menurut dia, kemudahan dan kecepatan fintech menjadi point plus yang sangat besar di mata pelaku usaha mikro.

"Singkatnya, fintech mampu menjawab kebutuhan akan pembiayaan pelaku usaha mikro dengan beragam keterbatasan yang mereka miliki," ujarnya.

"Dengan bunga yang besar, mengapa masyarakat tetap memilih fintech? Karena mudah," katanya.

Terus menanjaknya popularitas fintech di kalangan pelaku usaha mikro juga diakui Managing Director Tunaiku, Vishal Tulsian. Ia mengatakan, tren ke depan, pembiayaan fintech dengan tenor panjang akan semakin dicari.

"Karakter pinjaman seperti ini diperlukan oleh pelaku usaha mikro untuk kebutuhan modal usaha," katanya.

Debitur Tunaiku sendiri, menurut dia, saat ini banyak yang berlatar belakang pelaku usaha mikro. Jumlah debitur Tunaiku saat ini diprediksi sudah mencapai lebih dari 300.000 di seluruh Indonesia dan 43.000 diantaranya meminjam untuk modal usaha.

"Dengan menawarkan waktu pinjaman yang relatif lebih panjang dari fintech lainnya, Tunaiku memang cocok untuk menjawab kebutuhan modal pelaku usaha mikro," tuturnya.

Adapun di Bandung, menurut dia, Tunaiku sudah menyalurkan sekitar Rp 25 miliar pembiayaan bagi sekitar 3.000 debitur. Sebagian diantaranya adalah pelaku usaha mikro.

"Sektor usahanya macam-macam, mulai dari kuliner sampai fesyen, mulai dari produksi hingga perdagangan. Kami sendiri tidak membatasi sektoe usaha calon peminjam," kata Vishal.***

Bagikan: