Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Inflasi di Kota Serang Masih Tinggi

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI inflasi./DOK. PR
ILUSTRASI inflasi./DOK. PR

SERANG, (PR).- Ada lima indikator makro dalam pembangunan di Kota Serang. Yaitu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), inflasi, kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). Sepanjang tahun 2018, empat indikator diantaranya mengalami perubahan lebih baik. Namun ada satu yang hingga saat ini menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, ialah Inflasi.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Ina Linawati mengatakan, secara keseluruhan di tahun 2019 ini ada beberapa capaian yang cukup baik. Seperti peningkatan LPE dan menurunnya angka kemiskinan.

Namun ia mengatakan, angka inflasi di Kota Serang masih menduduki peringkat pertama dan paling tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. "Secara keselurahan, untuk LPE itu meningkat. Kemudian, IPM juga meningkat, angka kemiskinan turun, dan angka pengangguran juga menurun. Namun untuk angka inflasi, memang masih tinggi dibandingkan dengan daerah lain," katanya.

Ia menjelaskan, untuk penanganan inflasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah melakukan sejumlah upaya untuk menekannya. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kemudian melakukan bazar dan pengendalian harga di pasaran, yang dalam hal ini Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) yang berperan.

Turunkan angka kemiskinan

Untuk ditahun 2020, dikatakannya, pihaknya menargetkan IPM mencapai 72,47 poin, yang sebelumnya berada di angka 71,68 poin. Kemudian, inflasi tidak lebih dari 3 persen, karena saat ini berada di angka 3,78 persen.

"Kemiskinan target kami itu di angka 5,16 persen, sebelumnya itu kan 5,36 persen. Kemudian, TPT kami targetkan menurun hingga 8,05 persen dari tahun lalu 8,16 persen. Lalu, LPE dari 6,47 persen kami targetkan naik hingga 6,61 persen," ujarnya.

Sementara, Kepala Bappeda Kota Serang Nanang Saefudin menjabarkan sejumlah perencanaan pembangunan dan penataan kota di tahun mendatang. Seperti keinginan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) ingin membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di enam kecamatan yang ada di Kota Serang.

"Tahun 2020 kami sudah merencakan dan menganggarkan (RTH). Pertama ada di Walantaka, dan kedua ada di Kecamatan Taktakan yang saat ini masih proses dalam pembebasan lahannya. Memang ini janji politik Wali Kota dan Wakilnya. Akan tetapi ini adalah bentuk kepedulian mereka terhadap keberadaan pengembangan sumber daya manusia yang ada di masyarakat," katanya.

Sementara, untuk pengentasan kawasan kumuh, ia mengatakan, ada anggaran yang diberikan langsung oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 34, 5 miliar. "Jadi, itu perencaan yang ada di kami (Bappeda) untuk pembangunan di Kota Serang pada tahun berikutnya," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kota Serang ini, memang, kata dia, belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Sebab, masih dalam penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian, penataan kota ini juga sedang berjalan dan akan dilakukan secara berkala. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, itulah yang utama dikerjakan.***

Bagikan: