Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Tiga Tahun Menganggur, Coba Peruntungan di Job Fair

Adang Jukardi
PARA pencari kerja antusias mendaftarkan diri  secara manual (offline)  kepada petugas di stan Disnakertrans Kab. Sumedang untuk melamar pekerjaan  yang dibuka puluhan perusahaan pada pameran bursa kerja “Sumedang Job Fair 2019” di Alun-alun Sumedang, Kamis 8 Agustus 2019.*/ADANG JUKARDI/PR
PARA pencari kerja antusias mendaftarkan diri secara manual (offline) kepada petugas di stan Disnakertrans Kab. Sumedang untuk melamar pekerjaan yang dibuka puluhan perusahaan pada pameran bursa kerja “Sumedang Job Fair 2019” di Alun-alun Sumedang, Kamis 8 Agustus 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Para pencari kerja antusias mendaftarkan diri  melamar lowongan kerja yang dibuka puluhan perusahaan pada pameran bursa kerja “Sumedang Job Fair 2019” di Alun-alun Sumedang, 7-8 Agustus 2019.  

Para pelamar kerja, umumnya  mereka yang berusia produktif rata-rata  20 sampai 35 tahun. Tak sedikit, para pelamar yang lulusan sarjana mencoba peruntungannya supaya bisa diterima di perusahaan yang mereka tuju.

“Saya lulusan S1 Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang. Setelah saya lulus, sudah tiga tahun ini saya belum punya pekerjaan tetap. Saya sempat bekerja di kantor kecamatan mengurus administrasi, tapi tidak lama keluar. Sekarang saya ikut melamar pekerjaan ke perusahaan di bursa kerja ini  bersama teman-teman. Mudah-mudahan saja diterima,” kata Rizky (26) warga Kec. Conggeang ketika ikut mendaftar pada pameran bursa kerja 2019 di Alun-alun Sumedang, Kamis 8 Agustus 2019.

Ia mengatakan, dirinya sebelumnya sudah mendaftar melalui daring (online) dan sudah mendapat barkode. Setelah punya barkode, tinggal memilih perusahaan yang akan dilamar. “Saya belum menentukan perusahaan mana yang akan dilamar. Sekarang masih milih-milih dulu perusahaan yang cocok dengan latarbelakang pendidikan saya,” tutur Rizky.

Pendaftaran online

Menanggapi hal itu, Kabid Penempatan dan Perluasan  Tenaga Kerja Disnakertrans Kab. Sumedang, Asep Rahmat menuturkan, para pencari kerja yang datang ke pameran bursa kerja, disyukuri cukup banyak. Hal itu, salah satunya berkat upaya sosialisasi melalui media massa serta turun langsung ke pedesaan.

“Alhamdulillah, sampai hari Rabu kemarin, jumlah pendaftar online (daring) meningkat dari asalnya 2.500 menjadi 3.500 orang.  Tak hanya membuka pendaftaran online saja, kami juga menbuka pendaftaran offline. Hanya saja, untuk jumlah pendaftar offline masih dalam proses penghitungan dan pendataan,” katanya.   

Menurut dia, ribuan pencari kerja tersebut akan mengisi lowongan pekerjaan sekitar 6.000 orang yang dibuka oleh 40 perusahaan. Tak hanya perusahaan yang ada di Kab. Sumedang saja, melainkan  di Bandung dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi).

“Seandainya sampai hari terakhir ini masih tersisa lowongan yang belum terisi dari kuota 6.000 lowongan, sisanya akan diserahkan kepada masing-masing perusahaan. Sebab, bursa kerja di Kab. Sumedang yang diluncurkan Kemenaker hanya 2 hari.  Akan tetapi, perusahaan juga bisa menyerap tenaga kerja di Kab. Majalengka yang juga sedang membuka job fair,” kata Asep.

Tidak ada intervensi

Bagi pencari kerja yang mendaftar melalui daring dan sudah mempunyai barkode, kata dia, tinggal memilih perusahaan yang mereka suka. Sementara yang mendaftar secara manual (offline), bisa mendaftar langsung ke petugas Disnakertrans.  Yang memeriksa kelengkapan persyaratan hingga penerimaannya, langsung ditentukan oleh perusahaan bersangkutan.

“Kami tidak mengintervensi dalam penerimaannya. Sebab, pemda hanya memasilitasi antara perusahaan dengan pencari kerja. Hanya saja, kami mengharapkan mereka yang sudah mendaftar bisa diterima. Dengan job fair ini pengusaha lebih enak. Dalam rekruitmennya,  tidak ada intervensi dari pihak manapun, termasuk pemda. Bahkan penerimaannya lebih objektif, tanpa ada calo,” ujarnya.

Asep menambahkan, diharapkan penyelenggaraan pameran bursa kerja tersebut bisa menjadi agenda tahunan yang dianggarkan langsung dalam APBD. Sebab, pameran bursa kerja itu salah satu upaya Disnakertrans untuk mengurangi tingginya angka pengangguran dan  kemiskinan di Kab. Sumedang. Hal itu, sesuai dengan program Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

“Tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan tingginya angka kemiskinan. Kalau masyarakat banyak yang bekerja, mereka akan memperoleh pendapatan sehingga lambat laun hidupnya akan sejahtera,” ucapnya.***

Bagikan: