Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Sejumlah Investor Komitmen Berinvestasi di Indonesia

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI investasi di Indonesia.*/ DOK. PR
ILUSTRASI investasi di Indonesia.*/ DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pertumbuhan industri pengolahan di tanah air, khususnya di Jawa Barat yang saat ini tengah tertekan diyakini akan kembali meningkat. Menyusul beberapa investor dari sejumlah negara, seperti Korea Selatan, China, Taiwan, Jepang, dan Singapura telah menyampaikan minat dan komitmennya untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBPI) Kementrian Perindustrian Ngakan Timur Antara menuturkan, tekanan yang dihadapi manufaktur nusantara telah menjadi konsen bersama. Saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai hal untuk mengembalikan pertumbuhan manufaktur.

“Banyak faktor yang menentukan, tidak hanya internal perusahaan tetapi juga kondisi internal. Namun, kami optimitis pertumbuhan manufaktur akan kembali naik. Apalagi, banyak investor asing yang berkomitmen untuk berinvestasi,” ujarnya yang ditemui disela Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019, di Bandung, Kamis, 8 Agustus 2019.

Beberapa investor asing yang telah menyatakan minatnya tersebut di antaranya dari Korea Selatan, yakni Hyundai dan Lotte, kemudian dua pabrik mobil dari China, Toyota yang akan menambah kapasitas produksinya, serta investor dari Taiwan dan Singapura.

“Ketika investasi tersebut mengalir, harapannya akan mampu memacu pertumbuha industri,” ucapnya.

KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian Ngakan Timur Antara tengah meninjau hasil riset dari sejumlah balai besar yang berlokask Di Bandung saat kegiatan Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019, Kamis, 8 Agustus 2019.*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

Bandrex

Terkait dengan gelaran Bandrex, Ngakan mengatakan kegiatan tersebut merupakan sarana diseminasi informasi atas hasil litbangyasa yang telah dilakukan balai-balai Kemenperin. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan ide-ide dan inovasi konstruktif yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

“Selain itu dapat memperkuat jalinan kerja sama yang baik di antara institusi litbang dan para pemangku kepentingan lainnya, serta terhadap masyarakat,” tuturnya. Ngakan menyebutkan, ada lima unit BPPI di Bandung yang telah lama berkiprah dalam menciptakan inovasi dan riset yang dibutuhkan industri dan memberikan layanan teknis kepada masyarakat, yaitu
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM), Balai Besar Tekstil (BBT), Balai Besar Keramik (BBK), serta Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK).

“Beberapa balai-balai tersebut bahkan telah hadir semenjak zaman Hindia Belanda. Banyak inovasi litbangyasa yang telah dihasilkan oleh balai-balai tersebut,” ungkapnya.

Adapun inovasi-inovasi yang telah dihasilkan, antara lain litbangyasa pengembangan Baterai dan Blok Rem Kereta Api oleh B4T, kemudian pembuatan ATBM Dobby, Geotextile, dan serat tekstil berbasis sabut kelapa oleh BBT, serta menciptakan tapak roda (tracklink) model single dan double pin untuk kendaraan tempur Tank yang telah dipatenkan oleh BBLM.

Selanjutnya, pembuatan Filter Keramik, Rompi Anti Peluru, Gigi Buatan, Bone Ash, Elektrolit Padat oleh BBK, serta produk kertas karton dari tandan kosong sawit, kertas kemas baja, daur ulang kemasan aseptik, dan produk serat bambu oleh BBPK.***

Bagikan: