Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Sebagian cerah, 30.5 ° C

Nadran Bakal Dijual Sebagai Paket Wisata

Ani Nunung Aryani
FOTO ilustrasi pesta nadran.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi pesta nadran.*/DOK. PR

CIREBON, (PR).- Tradisi nadran atau pesta laut yang selama ini digelar rutin setiap tahun oleh nelayan Cirebon, untuk pertama kalinya, bakal dijual sebagai paket wisata budaya oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). 

Sebagai uji coba, ASPPI DPC Wilayah 3 Jawa Barat, bakal menjadikan atraksi karnaval saat nadran sebagai salah satu agenda kunjungan ke destinasi wisata, dalam even Katon Tourism Expo 2019, yang digelar 12-15 September mendatang.

Waktu penyelenggaraan expo pun sengaja dipaskan dengan waktu pelaksanaan pesta laut nelayan Gunungjati Kabupaten Cirebon, pada 14 September mendatang.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Wilayah 3 Jawa Barat Abdul Rozak mengungkapkan, ditawarkannya kegiatan nadran dalam paket wisata baru pertama kali dilakukan oleh pelaku pariwista. 

"Ada banyak atraksi yang ditawarkan dalam pesta laut atau nadran yang menarik dan layak dijual sebagai destinasi wisata. Makanya kami dari ASPPI Wilayah 3 Jawa Barat mencoba memamerkannya kepada buyer untuk ditawarkan atau dijual sebagai paket wisata di Cirebon saat even Katon Tourism Expo," kata Rozak didampingi Ketua Koordinator Publisitas, Deni Sutiadi.

Diksi katon diambil dari tagline Kabupaten Cirebon yakni Cirebon Katon. Katon, dalam bahasa Cirebon (Jawa) berarti terlihat atau nampak.

Even ini bakal mempertemukan otoritas pariwisata di Cirebon, seller/pengusaha, maupun agen perjalanan wisata yang menjadi mesin penggerak dunia bisnis pariwisata. 

"Kami ingin mengenalkan potensi-potensi wisata Cirebon agar lebih dikenal, lebih katon oleh khalayak yang lebih ramai, termasuk nadran yang merupakan tradisi nelayan Cirebon yang sudah digelar ratusan tahun," papar Rozak

Menurutnya, Cirebon memiliki potensi wisata beragam. Selain kulinernya yang mulai diminati masyarakat regional Jawa Barat dan nasional, Cirebon pun dikenal kaya akan wisata sejarah, budaya maupun religi.

Namun minimnya biaya promosi yang dialokasikan pemerintah daerah, menyebabkan potensi besar itu kurang berkibar.

Meski mengaku tak mengetahui pasti besaran alokasi untuk sektor pariwisata di Cirebon, Rozak menyebut, anggarannya diperkirakan di bawah 10%.

"Untuk biaya promosi, rata-rata pemerintah daerah di Wilayah Cirebon mengalokasikan kurang dari Rp 1 miliar," katanya.

Ketua panitia Katon Tourism Expo Ismayasari menjelaskan, selain ajang promosi produk pariwisata, expo juga akan menampilkan pameran nasional promosi pariwisata, pertemuan bisnis, fam trip, hiburan, dan lainnya. 

Kegiatan juga sekaligus sebagai ajang produk UMKM seluruh Indonesia. Pameran yang ditampilkan lebih fokus menampilkan produk-produk yang berkaitan dengan pariwisata, meliputi paket destinasi wisata, produk akomodasi, dan produk transportasi, produk oleh-oleh, serta produk kuliner khas daerah.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai ajakan kepada para investor agar berinvestasi pada sektor pariwisata Cirebon. 

"Sektor pariwisata di Cirebon masih butuh investor untuk mengembangkannya," kata Ismayasari.***

Bagikan: