Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Musim Kemarau, Sekali Melaut Nelayan Santolo Dapat Ikan 6 Kuintal 

Tim Pikiran Rakyat

PARA nelayan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, bersiap untuk pergi melaut. Saat ini hasil tangkapan ikan sedang bagus sehingga para nelayan semangat untuk melaut.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
PARA nelayan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, bersiap untuk pergi melaut. Saat ini hasil tangkapan ikan sedang bagus sehingga para nelayan semangat untuk melaut.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Kebahagiaan saaat ini tengah dirasakan para nelayan di pantai selatan Garut. Hal ini menyusul melimpahnya hasil tangkapan ikan dalam kurun beberapa bulan terakhir.

Menurut Iman (42), salah seorang nelayan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, melimpahnya hasil tangkapan ikan terjadi sejak datang musim kemarau. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan di mana setiap kali musim kemarau, hasil tangkapan ikan para nelayan selalu meningkat dibanding musim hujan.

"Alhamdulillah sejak beberapa bulan terakhir ini hasil tangkapan ikan di laut cukup bagus. Kalau musim kemarau memang ikan banyak dan mudah kita dapatkan," ujar Iman, Rabu 7 Agustus 2019.

Dengan melimpahnya hasil tangkapan ikan, diakui Iman, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan para nelayan. Dibandingkan awal-awal tahun, saat ini pendapatan nelayan jauh lebih bagus karena ikan lebih mudah didapatkan.

Disampaikannya, untuk satu kali melaut, saat ini rata-rata Iman bisa memperoleh ikan hingga enam kuintal. Berbeda jauh dengan awal-awal tahun dimana ia hanya bisa memperoleh ikan paling banyak dua kuintal untuk satu kali melaut. 

"Waktu awal-awal tahun sangat sulit untuk bisa memperoleh ikan. Dapat satu kuintal saja kita sudah sangat beruntung," katanya.

Selain itu, pada awal tahun para nelayan juga jarang sekali melaut karea kondisi cuaca yang sangat tak bersahabat. Selain angin yang besar, gelombang juga cukup tinggi sehingga bisa membahayakan keselamatan para nelayan.

Sedangkan saat musim kemarau seperti sekarang ini, cuaca relatif bersahabat karena angin tidak terlalu kencang dan gelombang pun tak terlalu besar dan tinggi. Selain itu, ikan cukup mudah didapatkan meskipun mereka melaut tidak terlalu ke tengah.

Iman mengungkapkan, sekali berangkat melaut, ia dan rekan-rekannya rata-rata menghabiskan waktu tiga hari. Dengan membawa bahan bakar sebanyak 30 liter, paling sedikit Iman bisa menangkap satu kuintal ikan.

Ia menerangkan, ikan hasil tangkapanya itu tidak dijual ke tempat pelelangan akan tetapi langsung ke tengkulak. Namun tentunya tidak semua ikan dibeli oleh tengkulak karena ada jenis-jenis tertentu yag tidak dibeli dan biasanya ikan itu langsung dijual kepada yang berminat.

"Ada tengkulak yang langsung menampung ikan hasil tangkapan kami sehingga tak dijual ke tempat pelelangan," ucap Iman kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Menurut Iman, ikan yang berhasil ditangkap kebanyakan berjenis layur yang harga perekornya antara Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. Hasil tangkapan ikannya saat ini jika diuangkan rata-rata mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per harinya.***
 

Bagikan: