Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

Kereta Cepat Jakarta Bandung Ditargetkan Rampung 50% Akhir 2019

Tia Dwitiani Komalasari
PEMBANGUNAN Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati berhasil ditembus.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
PEMBANGUNAN Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati berhasil ditembus.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

JAKARTA, (PR).- Perkembangan proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini telah mencapai 27,2 persen. Pengerjaan proyek itu ditargetkan mencapai 50 persen pada akhir tahun 2019.

Direktur Utama PT Wijaya Karya (WIKA), Tumiyana, mengatakan, total investasi yang telah digunakan untuk pembangunan proyek ini sebesar Rp21,6 triliun. Sampai dengan akhir tahun, diperkirakan dana yang akan digunakan sebesar Rp40 triliun. Sementara, total dana yang rencananya dikeluarkan untuk proyek ini senilai Rp80 triliun.

Dia mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek ini sudah nyaris rampung seluruhnya. Namun, ada pembebasan lahan yang belum terlaksana, yaitu sekitar 2,7 persen.

"Lahan itu akan diperuntukkan bagi fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum), sehingga pembebasannya tidak perlu segera terlaksana saat ini,"ujar Tumiyana di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

Uji coba proyek akan dilakukan kwartal II-2021

PEMBANGUNAN Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati berhasil ditembus.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

Dia mengatakan, pembangunan proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2021. Uji coba proyek itu akan dilakukan pada kwartal II tahun 2021.

"Uji coba akan berlangsung selama tiga sampai lima bulan. Jika uji coba selesai dan disetujui, operasi penuh akan langsung diterapkan," ujarnya.

Menurut dia, kereta cepat ini akan memiliki 13 terowongan. Satu di antaranya telah selesai dibangun. "Ditargetkan tahun ini selesai dua terowongan," ujarnya.

Tumiyana pun menyatakan bahwa proyek kereta cepat akan menguntungkan bagi WIKA. Alasannya, proyek itu bisa menumbuhkam bisnis properti di sekitar lintasan kereta. Pihaknya memproyeksikan total laba kereta cepat mencapai Rp78 triliun, lebih besar dari investasi yang dikeluarkan Rp64 triliun. 

"Nanti penumpang bisa menikmati kota-kota baru yang dikembangkan sepanjang jalur kereta cepat seperti Walini. Besarnya Walini ini sekitar 1.270 hektar,” ungkapnya.

Pada 14 Mei 2019, tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus. Setelah pengerjaan selama 15 bulan, terowongan dengan panjang 608 meter ini menjadi yang pertama yang berhasil ditembus dari 13 terowongan KCJB yang akan dibangun.

Keberadaan kereta cepat akan menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan pembangunan infrastruktur transportasi umum yang baik. Diharapkan, hal itu mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga dapat menstimulasi daya saing dan penumbuhan ekonomi secara efektif.***

Bagikan: