Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 25.9 ° C

Dana Kompensasi Terdampak Mati Listrik Diperkirakan Capai Rp 865 Miliar

Tia Dwitiani Komalasari
DUA anak bermain di Rusun Bendungan Hilir saat terjadi pemadaman listrik bergilir di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019. Gangguan listrik yang terjadi sejak Minggu, 4 Agustus 2019, belum sepenuhnya pulih hingga Senin, 5 Agustus 2019, dan PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman bergilir masih akan berlangsung karena masih terganggunya sistem pendistribusian listrik. */ANTARA
DUA anak bermain di Rusun Bendungan Hilir saat terjadi pemadaman listrik bergilir di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019. Gangguan listrik yang terjadi sejak Minggu, 4 Agustus 2019, belum sepenuhnya pulih hingga Senin, 5 Agustus 2019, dan PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman bergilir masih akan berlangsung karena masih terganggunya sistem pendistribusian listrik. */ANTARA

JAKARTA, (PR).- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperkirakan dana kompensasi untuk terdampak pemadaman listrik mencapai Rp 865 miliar. Kompensasi itu akan diberikan pada 22 juta pelanggan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto, mengatakan PLN tengah melakukan pendataan hingga penghitungan kompensasi. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan terkait mekanisme kompensasi.

"Insya Allah akan kita berikan kompensasi langsung kepada rekening Agustis yang akan dibayar September," ujarnya di Kementrian Perdagangan, Selasa, 6 Agustus 2019.

Dia mengatakan, PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi tingkat mutu pelayanan (TMP) dengan indikator lama gangguan. Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Sementara untuk konsumen pada golongan tarif subsidi, kompensasi akan diberikan sebesar 20 persen.

Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan membeli token berikutnya (prabayar). Sementara untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai service level agreement (SLA) yang telah telah ditentukan. 

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan, Veri Anggriono, mengapresiasi PT PLN yang telah melindungi hak konsumen dengan memberikan kompensasi atas pemadaman listrik massal di setengah pulau Jawa.

“Pemadaman listrik tersebut telah menyebabkan aktivitas warga menjadi terganggu dan menimbulkan kerugian. Namun demikian, Kemendag mengapresiasi PLN yang bertanggung jawab  terhadap konsumen terdampak pemadaman dengan memberikan kompensasi,” ujar Veri.

Dia mengatakan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengamanatkan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur kepada konsumen perihal barang maupun jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Hal itu termasuk memberikan pertanggungjawaban atas kelalaian pelaku usaha. 

Veri menambahkan, saat ini Indeks Keberdayaan Konsumen Indonesia berada pada angka 40,41  atau pada level mampu. Artinya konsumen Indonesia telah mampu menggunakan hak dan kewajibannya dalam menentukan pilihan. Termasuk di dalamnya mampu untuk memperjuangkan haknya dengan cara menyampaikan pengaduan saat mengalami kerugian akibat menggunakan barang atau jasa tertentu. 

Dengan adanya pengaduan konsumen, Kemendag meminta PLN untuk menyikapi permasalahan tersebut.

“Pertemuan ini menjadi momentum yang penting sebagai wujud nyata kepedulian negara untuk melindungi konsumen dan mengantisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di lain kesempatan. Selain itu, hal ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam memenuhi hak-hak konsumen,” ujar Veri.***

Bagikan: