Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya cerah, 32.4 ° C

Harga Cabai Menggigit, Pedagang Pecel Lele Menjerit

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi hargai cabai naik.*/ANTARA
FOTO ilustrasi hargai cabai naik.*/ANTARA

YOGYAKARTA, (PR).- Sudah hampir 3 minggu harga cabai di sejumlah pasar hampir di semua kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merangkak naik. Pada Rabu 31 Juli 2019 harga cabai wilaya DIY berkisar Rp 75 – 80 Ribu per kilogram.

Kondisi tersebut berdampak pada pemilik usaha kuliner, terutama yang membutuhkan penggunaan cabai sebagai pelengkap hidangan. Mereka mengaku susah menghadapi harga cabai yang tak kunjung turun.

“Kalau sambal kita hargai nanti juga susah. Sambal kan pelengkap makanan. Tapi kalau tidak dihargai, kami yang rugi dan keuntungan makin tipis,” tutur Hadi (40), salah seorang pedagang Pecel Lele di Jalan Kaliurang Km 7 Sleman, Rabu 31 Juli 2019.

Hadi mengaku harga cabai yang tinggi membuat dirinya harus merogoh kocek lebih dalam bahkan 2 kali lipat dari biasanya. "Cabai sekarang Rp 75 ribu per kilogram. Sehari butuh sekilo cabai buat sambel, setengah kilo untuk sambal terasi dan setengah kilo buat sambal bawang. Kalau biasanya pas normal harga sekilo cabai Rp 30ribu," ungkapnya

Menurut Hadi, mau tidak mau dia tetap harus membeli cabai sesuai takaran. Hal itu lantaran dirinya ingin mempertahankan cita rasa dari sambal yang ia buat. "Kalau dikurangi rasanya jadi lain. Pasti akan dapat keluhan dari pelanggan," ucapnya.

Harga cabai yang makin melambung juga membuat petani cabai memilih untuk memanen dini cabainya meski belum siap panen. Hal itu dilakukan agar mereka tidak kehilangan momen harga yang saat ini sedang tinggi.

“Kurang tiga sampai empat minggu lagi baru siap panen. Tapi harga cabai kan sedang tinggi. Kami tidak mau kehilangan momen ini. Mungkin bisa saja dua minggu lagi harga langsung turun drastis karena ada kiriman cabai dari luar daerah,” ucap  Petani cabai di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari, Suroto (55).

 Suroto mengatakan, panen dini cabai miliknya memerikan hasil yang lumayan, mencapai 70 kilogram sekali panen. Ketika dijual ke pengepul laku Rp 24 ribu per kilogram.  “Harga cabai fluktuatif. Hari ini (Selasa) cabai keriting mengalami penurunan harga. Harga cabai keriting hijau menjadi Rp 20 ribu,” tuturnya.

Harga cabai rawit putih per kilogram Rp 50 ribu, cabai rawit hijau per kilogram Rp 55 ribu. Satu periode musim tanam dia mampu memanen cabai hingga enam kali. “Harga sewaktu-waktu bisa turun, kejar-kejaran dengan musim hujan,” ujarnya.***

Bagikan: