Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya cerah, 31.7 ° C

Ribuan Pedagang Pasar Tradisional Akan Jualan Online

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI jualan online.*/ANTARA
ILUSTRASI jualan online.*/ANTARA

CIREBON, (PR).- Ribuan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon bakal dilatih untuk berjualan online. Sementara ini sasaran pelatihan kepada pedagang baru menjangkau enam dari 10 pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon. 

Pada tahap awal, target pedagang yang akan dilatih sebanyak 2.000 dari total jumlah pedagang di pasar tradisional yang sekitar 9.000 orang.

Untuk merealisasikan target tersebut, puluhan trainer mengikuti pelatihan "Training of Trainer Grebeg Pasar UMKM Go Online Kota Cirebon" di ruang Adipura Balaikota Cirebon mulai Senin 29 Juli 2019. 

Nantinya, para trainer akan door to door mendatangi pedagang, untuk diberikan pelatihan langsung cara berjualan online.

Menurut TM Maulana, Kabid Statistik Sektoral dan Persandian, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, pelatihan kali ini ada 25 orang yang dilatih dan bertugas sebagai canvasser.

“Hari pertama ini, mereka akan mendapatkan pelatihan secara teori dari market place,” ungkap Maulana.

Pada hari berikutnya, hingga 12 Agustus mendatang, canvasser akan mendatangi enam pasar tradisional yang sudah ditetapkan menjadi target yakni Pasar Kanoman, Pasar Pagi, Pasar Jagasatru, Pasar Perumnas, Pasar Drajat, dan Pasar Harjamukti.

"Para canvasser bertugas mengajari pedagang berjualan secara online. Bahkan pembuatan email pun akan dibuatkan," katanya.

Tahap awal

Melalui grebeg pasar ini, katanya, ditargetkan 2.000 UMKM di Kota Cirebon bisa terjaring dan melakukan penjualan secara online. “Target awal kami pedagang yang berjualan bahan kering, seperti kerupuk udang, terasi dan lainnya,” ungkap Maulana.

Jumlah 2.000 UMKM, menurut Maulana merupakan tahap awal pelaksanaan grebeg pasar.  Sebenarnya, katanya, berdasarkan data dari Perumda Pasar Berintan, ada sekitar 9.000 UMKM yang ada di 10 pasar rakyat di Kota Cirebon. 

"Target ke depannya, pedagang di semua pasar tersebut bisa melek teknologi dan mulai melakukan penjualan secara digital atau online," tukasnya.

Kegiatan ini, lanjut Maulana, merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan selama 2017 dan 2018 lalu. “Kami sudah lima kali melakukan pelatihan UMKM go online sepanjang dua tahun tersebut,” ungkap Maulana.

Selama itu, sebanyak 600 UMKM mendapatkan pelatihan penjualan secara online. Dari jumlah tersebut sekitar 40 persennya saat ini sudah aktif melakukan penjualan secara online.

“Perbedaannya dengan sekarang, kami yang mendatangi langsung ke pasar melalui canvasser sedangkan sebelumnya kami yang mengundang pelaku UMKM datang untuk mendapatkan pelatihan,” ungkap Maulana.

Menurutnya, dengan pola grebeg pasar yang dilakukan saat ini, pedagang pasar rakyat tidak perlu meninggalkan jualannya.

Turun langsung

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital, Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Sumarno mengungkapkan, Kota Cirebon menjadi salah satu dari 20 kota yang menjadi target kegiatan grebeg pasar.

“Sebelumnya sudah dilakukan di 10 kota, dan saat 10 kota sisanya, salah satunya Kota Cirebon," katanya.

Para trainer, lanjut Sumarno, akan turun langsung ke setiap pasar dan memberikan pelatihan kepada pedagang cara berjualan secara online. “Targetnya tentu pasar-pasar rakyat dengan toko-toko di sekitarnya,”ungkap Sumarno.

Dengan berjualan secara online, pedagang bisa berjualan dengan jangkauan yang lebih luas. “Satu kota minimal ada 6 pasar yang menjadi target untuk dilatih penjualan secara online,” ungkap Sumarno.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Sumanto yang membuka kegiatan pelatihan meyakini, penjualan secara digital akan meningkatkan omset penjualan dan modal pedagang. 

“Dengan penjualan secara online, setiap pedagang memiliki kesempatan untuk berjualan lebih luas lagi,” ungkap Sumanto.

Berjualan online, katanya, akan memberikan kesempatan penjualan yang semakin luas, tidak dibatasi oleh dinding-dinding toko. "Lingkupnya pun tidak hanya di Kota Cirebon saja, namun bisa meluas ke seluruh Indonesia bahkan hingga keluar negeri," katanya.***

Bagikan: