Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Menabung Emas ala Warga Desa  Panggungharjo Yogyakarta

Suhirlan Andriyanto
AKTIVITAS di titik kumpul pemilahan sampah PT Pegadaian di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu 27 Juli 2019.*/SUHIRLAN ANDRIYANTO/PR
AKTIVITAS di titik kumpul pemilahan sampah PT Pegadaian di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu 27 Juli 2019.*/SUHIRLAN ANDRIYANTO/PR

SORE itu, Wojos (45) dan tujuh rekannya berbagi tugas di bekas tanah kas Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mereka sibuk mencangkul kompos dan memilah sampah serta rongsokan lainnya.

Pria gondrong asal Dusun Pandes itu sudah terlibat ikut mengolah sampah sejak enam tahun lalu. "Hasilnya lumayan, bisa untuk membantu dapur keluarga," ujar Wojos ketika Pikiran Rakyat dan rombongan Media Workshop PT Pegadaian mengunjungi bank sampah di daerah tersebut, Sabtu 27 Juli 2019.

Sebelum menjadi bank sampah, tanah kas Desa Panggungharjo kumuh dan menjadi tempat pembuangan sampah liar. Aksi mengurangi sampah dimulai pada 2012.

Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi dan warganya bergerak membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarang dan menggunung di tanah kas Desa Panggungharjo. Membalikkan keadaan ke arah yang baik ternyata tidaklah mudah. Tidak butuh lama, hanya berselang tiga minggu, sampah sudah menggunung lagi.

AKTIVITAS di titik kumpul pemilahan sampah PT Pegadaian di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu 27 Juli 2019.*/SUHIRLAN ANDRIYANTO/PR

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan, setiap orang menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Secara keseluruhan, Indonesia harus berhadapan dengan masalah 65 juta ton sampah per tahun. Bahkan, Indonesia kini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia.

Di Panggungharjo, warga menghasilkan 55,37 meter kubik sampah perhari. Jadi, butuh enam truk untuk mengangkut sampah setiap harinya.

Upaya mengajak warga agar peduli terhadap sampah memang tak mudah. Sebab, ada anggapan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan sampah adalah pekerjaan rendah dan menjijikan.

"Padahal justru yang terjun ke bisnis sampah itu rata-rata makmur," ujar Wahyudi.

Perlahan tapi pasti, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah semakin tertanam di wilayah dengan penduduk desa mencapai 28.000 jiwa tersebut.  Apalagi kini warga Pangungharjo kian sumringah karena PT Pegadaian (Persero) telah memberikan perhatian khusus melalui kegiatan CSR.

PT Pegadaian, salah satu badan usaha milik negara dengan kinerja terbaik itu menawarkan program Memilah Sampah Menjadi Emas kepada warga Panggungharjo yang mau "menabung" di bank sampah tersebut.

Kepala Divisi Kemitraan Bina Lingkungan PT Pegadaian Hertin Maulida mengatakan, tak ada perbedaan dalam mengolah sampah anorganik rumah tangga. Sampah hasil pilahan akan dihargai sesuai jenis dan berat.

Akan tetapi, uang tersebut tidak langsung diberikan kepada nasabah.  Hasil sampah itu dikonversi dalam bentuk emas dan menjadi tabungan emas.

Hertin mengatakan, program itu bertujuan mendorong penanganan masalah sampah plastik yang kian membludak. Manfaat lainnya yakni membantu perekonomian warga sekitar.

"Masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini, seperti ibu-ibu rumah tangga, pilih dan pilah sampah terlebih dahulu kemudian setorkan ke Bank Sampah Pegadaian terdekat.  Pemilah bisa kapan saja menukarkan emasnya. Jadi fleksibel," kata Hertin.

Program Memilah Sampah Menabung Emas milik PT Pegadaian saat ini sudah memiliki 54 area bank sampah yang ada di seluruh Indonesia. Rencananya akan terus dikembangkan hingga mencapai 59 area.

Dari 54 outlet bank sampah yang telah didirikan, saat ini sudah bisa menggaet 4.615 nasabah dengan jumlah "grab" emas mencapai lebih dari 760 gram.

Di Desa Panggungharjo, saat ini sudah ada 1.700 pelanggan atau titik kumpul pemilahan sampah. Dari jumlah tersebut, 250 orang telah menjadi nasabah PT Pegadaian untuk program Memilah Sampah Menjadi Emas.

Kini, Wojos semakin lega. Dia dan rekan-rekannya justru semakin giat mengolah dan memilah sampah. Ia ingin segera meraih manfaat dari program Memilah Sampah Menjadi Emas tersebut.

Wojos selalu tersenyum malu ketika ditanya target menabung emas dari bank sampah."Harapannya sih, ingin bisa dapat emas antara 5 sampai 10 gram dulu. Untuk bikin istri senanglah," ujar pria dengan tiga anak tersebut yang sudah jadi nasabah PT Pegadaian sejak enam bulan lalu.

Senyuman Wojos, pastinya dirasakan pula oleh para pemilah sampah di Panggungharjo dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Berkah memilah sampah, kini harapan punya emas pun bukan masalah.***

Bagikan: