Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.8 ° C

Layanan Bank Mandiri Sempat Error, Jagat Linimasa Ramai

Tia Dwitiani Komalasari
*/ANTARA FOTO
*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Sejumlah nasabah Bank mandiri mengeluhkan perubahan angka saldo di rekeningnya pada Sabtu, 20 Juli 2019. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan Bank Mandiri sempat mengalami gangguan. 

Salah satu nasabah Bank Mandiri Ghoida Rachmah (25) mengatakan dirinya mengetahui perubahan saldo rekening beberapa nasabah Bank Mandiri di media sosial. "Saya lalu mengecek saldo melalui mbanking dan ternyata berkurang Rp 300 ribu sekitar pukul 9.30 WIB, "ujarnya. 

Meskipun demikian, dia mengatakan, saldo banknya kembali normal saat kembali mengecek rekeningnya sekitar pukul 10.30 WIB. "Tadi memang sempat agak susah mengakses m-banking-nya, tapi masih bisa dibuka "ujarnya.

Perubahan saldo rekening ini juga menjadi perbincangan di dunia maya. Tagar mandirierror menjadi trending topic di Twitter. Beberapa warganet bahkan mengatakan jika saldonya bertambah. 

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, mengatakan Bank Mandiri saat ini tengah melakukan pemeliharaan sistem teknologi informasi untuk meningkatkan layanan transaksi keuangan nasabah. Proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem IT tersebut, berdampak pada berubahnya nilai saldo sebagian nasabah. 

Dia mengatakan, Bank Mandiri saat ini sedang melakukan normalisasi saldo rekening yang terdampak pemeliharaan sistem IT tersebut. “Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saldo nasabah dan kami juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman serta tidak hilang,” kata Rohan melalui siaran persnya di hari yang sama.

Dia mengatakan, pemeliharaan sistem tersebut berpengaruh pada 10 persen data saldo nasabah Bank Mandiri. "Sebelum perpindahan ini selalu dilakukan backup data saldo nasabah. Kami pastikan rekening nasabah, aman," ujar Rohan.

Menurut dia, Bank Mandiri mempersilahkan nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Perlu tindakan tegas

Koordinator Komisi Kerjasama dan Kelembagaan Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Nurul Yakin Setyabudi, Bank Indonesia sebagai Regulator Sistem Pembayaran perlu bersikap tegas terhadap Bank Mandiri yang lalai dan telah menimbullan kerugian pada konsumen. Bank Indonesia sebagai Regulator juga harus mendorong pemulihan hak konsumen yang dirugikan atas insiden ini. 

Nurul mengatakan, ke depannya Bank Indonesia perlu menerapkan mekanisme denda atas gagalnya sistem pembayaran oleh penyelenggara. Sebab, gagalnya suatu Sistem Pembayaran akan berdampak luar biasa pada konsumen. 

"Kegagalan sistem pembayaran dapat berakibat terganggunya transaksi yang mendesak, gagalnya peluang bisnis, maupun timbulnya biaya tak perlu, surcharge, denda dan waktu yang terbuang yang menjadi beban konsumen. Bahkan gangguan sistem itu bisa berakibat kehilangan nyawa bila suatu transaksi bersifat kritis dan terkait darurat medis atau kebencanaan, "ujarnya. 

Dalam skala lebih luas, dia mengatakan, kegagalan suatu sistem pembayaran akan berdampak pada kepercayaan pada perdagangan, sistem moneter dan ekonomi nasional. Regulasi Keamanan Sitem dan SLA (Service Level Agreement) yang ketat, akan mendorong Penyelenggara Sistem Keuangan untuk membangun sistem pembayaran yang benar-benar andal dan aman. Hal itu berdampak pada rasa aman bagi konsumen.

"Kerugian konsumen atas kegagalan sistem pembayaran harus dicegah dan dipulihkan bila terjadi insiden. Oleh karenanya sangat mendesak untuk merevisi Peraturan Bank Indonesia No. PBI No.16 tahun 2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran, "ujarnya. 

Menaggapi hal itu,  Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, BI akan menyelidiki kasusnya lebih dalam terlebih dahulu. "Untuk sanksi,  kami harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kami belum mendapatkan laporan lengkap dari Bank Mandiri, "ujarnya. 

Meskipun demikian, menghimbau agar masyarakat tidak panik menyikapi kejadian tersebut. Sistem pemeliharaan perbankan sudah memiliki peraturan perlindungan konsumen yang menjaga dana nasabah tetap aman. "Mereka juga ada data centre yang diatur sedemikian rupa sehingga jika ada gangguan di satu tempat, ada back up yang bisa mengoreksi kesalahan tersebut," ujarnya.***

Bagikan: