Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.8 ° C

Beli Cabai Rawit Rp 1.000 Cuma Dapat 5 Biji

Tati Purnawati
FOTO ilustrasi cabai rawit.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi cabai rawit.*/DOK. PR

MAJALENGKA,(PR).- Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Majalengka terus melonjak. Di tingkat eceran harga mencapai Rp 95.000 hingga 100.000 per kg. Di warung cabai dikemas dalam bungkus plastik kecil isi 5 biji  harga Rp 1.000, itupun sebagian kondisinya masih muda.

Karena mahalnya harga cabai rawit, sejumlah ibu rumah tangga, pedagang bakso serta bubur yang harus menyediakan sambal berupaya menghemat cabai. Beberapa pedagang bahkan mensiasati penyediaan sambal dengan menambah cabai kering ke dalam sambal agar tidak terlalu boros harus menyediaakn sambal dengan cabai segar.

“Pembeli kadang tidak paham dengan kondisi harga cabai rawit yang mahal. Kalau tidak disiasati dengan lada dari cabai kering akan kebobolan dari sambal. Bayangkan saja harga cabai mencapai Rp 95.000 per kg, itu untuk cabai acung. Untuk cabai rawit besar atau dikenal cengek domba lebih mahal lagi mencapai Rp 100.000 per kg,” ungkap Jaja pedagang bakso dan mi ayam.

Ika seorang ibu rumah tangga juga mengaku menghemat cabai di rumahnya. Tak banyak membuat sambal walaupun semua anggota keluarganya penyuka sambal segar.

“Sekarang masak juga dihemat, biasanya setiap masak sayuran atau telur dadar serba ditambah cabai rawit kini paling hanya dibubuhi dua atau tiga biji cabai,” kata Ika.

Sejumlah pedagang sayur di Majalengka menyebutkan kenaikan harga cabai rawit ini sudah berlangsung hampir dua minggu terakhir. Hanya lonjakan harga hingga Rp 70.000 per kg di Pasar Induk baru terjadi seminggu terakhir.

Sekarang, menurut Anah dan Cicih, pedagang sayur di Pasar Majalengka, pasokan cabai rawit sering kali lambat datang. Sedangkan di pasar Induk Maja juga jumlahnya terbatas karena pasokan dari petani berkurang.

Walaupun harga mahal, omzet penjualan tetap stabil, kalaupun terjadi pengurangan omzet tidak terlalu signifikan. Karena harga cabai rawit mahal konsumen lebih memilih membeli cabai keriting dan cabe besar yang harganya lebih murah hanya Rp 80.000  hingga Rp 85.000 atau lebih murah Rp 10.000.

Menurut para pedagang pasokan cabai rawit sekarang ini lebih banyak berasal dari Desa Nunuk, di antaranya dari Blok Cirelek, Canon dan Citayeum.

Petani cabai rawit asal Desa Cibodas,  menyesalkan tanaman cabainya kini mengering tak tersiram air. Banyak petani yang membiarkan tanamannya dengan alasan saat lebaran Idulfitri lalu harga sempat anjlok hanya mencapai Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per kg. Makanya petani membiarkan tanaman tidak dipelihara. Karena jika dipelihara dan dipanen upah tidak sebanding dengan harga jual.***

Bagikan: