Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Pemerintah Jabar Akan Bangun Creative Hub di 13 Kota/ Kabupaten

Tia Dwitiani Komalasari
FOTO udara gedung Bandung Creative Hub.* ARIF HIDAYAH/“PR”
FOTO udara gedung Bandung Creative Hub.* ARIF HIDAYAH/“PR”

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan membangun creative hub baru di 13 kabupaten/kota di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil juga akan menandatangani Peraturan Gubernur yang menjadi dasar pendirian Badan Ekonomi Kreatif di 27 Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

Ridwan mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi terdepan dalam ekonomi kreatif. Salah satu indikatornya adalah Jawa Barat merupakan satu-satunya provinsi yang telah memiliki Peraturan Daerah Ekonomi Kreatif.

“Mohon maaf kami mendahului Undang-undang ekonomi kreatif yang saat ini belum disahkan. Karena bagi kami Perda ini sifatnya darurat,”ujar Ridwan saat menjadi pembicara dalam Kegiatan Sosialisasi Perpres no. 142 tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional tahun 2018-2025 di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.

Saat ini Jawa Barat telah memiliki satu creative hub yang terletak di Bandung. Selanjutnya creative hub tersebut akan didirikan di seluruh kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Pada 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan creative hub di enam daerah yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang. Sementara pada 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan creative hub di tujuh daerah yaitu Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang.  “Dengan demikian total akan ada 14 creative hub di Jawa Barat sampai dengan tahun 2020,” ujar Ridwan.

Dia menambahkan, ekonomi kreatif memegang peranan penting bagi Provinsi Jawa Barat. Sepertiga dari ekspor Jawa Barat merupakan produk dari ekonomi kreatif. “Kalau manufaktur, sering terpengaruh dengan isu global. Lain halnya dengan ekonomi kreatif, yang bisa menjadi andalan dan digerakkan oleh generasi muda,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Ekonomi Kreatif  Triawan Munaf mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan kawasan industri keratif dengan luas tanah 5.000 hektar yang terpisah. Kawasan tersebut akan didirikan di dekat ibu kota dengan enam sub sektor yaitu film, kuliner, musik, fashion, kriya, dan games.

“Jadi nanti akan ada BCD (Bekraf Creative District) fil, BCD musik, dan sebagainya. Di setiap district akan ada sekolah, perumahan, dan sarana lainnya yang mendukung  industri kreatif tersebut,”ujarnya.

Dia berharap kawasan ini akan mendorong pengembangan industri kreatif menjadi lebih besar.

“Kawasan ini dibangun swasta dan BUMN, sekitar tahun depan. Tanahnya sudah ada, namun saya belum bisa sebutkan lokasinya,”ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor penting karena menempatkan sumber daya manusia Indonesia menjadi subjek, bukan sekedar objek. ***

Bagikan: