Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Menurun, Jumlah Warga di Bawah Garis Kemiskinan

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA,  (PR). - Badan Pusat Statistik merilis jumlah pemudik yang berada di bawah garis kemiskinan Indonesia per Maret 2019 mencapai 9,41% atau sebanyak 25,14 juta orang. Angka tersebut turun dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82 % atau 25,95 juta orang.

Sementara itu angka kemiskinan pada September 201o mencapai 9,6%. Kepala BPS,  Suhariyanto mengatakan penurunan ini salah satunya didorong oleh beberapa program pemerintah.

"Program program seperti beras sejahtera,  Kartu Indonesia Sehat, dan Bantuan Pangan Non Tunai berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan ini, "ujarnya di Jakarta,  Senin 15 Juli 2019.

Menurut Suhariyanto,  garis kemiskinam adalah cerminan dari pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan sebesar 2.100 kalori . "Jadi kalau harga pangan naik,  maka garis kemiskinannya pun ikut naik, "ujarnya.

Dia menjelaskan, BPS menggunakan batas garis kemiskinan terbaru dengan pengeluaran Rp 425.250 per bulan per kapita. Indikator ini meningkat dibandingkan batas garis kemiskinan Maret 2018 yang dipatok Rp 401.220 per bulan per kapita.

Dia mengatakan penurunan kemiskinan terjadi baik di pedesaan maupun perkotaan.  Namun penurunan kemiskinan di pedesaan relatif berlangsung lebih cepat.  "Di pedesaan turunnya 0,25 %, lebih cepat dibandingkan perkotaan yang turun 0,2 % dari September 2018 ke Maret 2019, "ujarnya.

Meskipun demikian,  persentase kemiskinan di desa masih jauh lebih tinggi yaitu 12,85%. Sementara kemiskinan di perkotaan mencapai 6,69%.

Menurut Suhariyanto, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Misalnya implementasi dana desa di sektor pertanian, "ujarnya. ***

Bagikan: