Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Paguyuban Pasundan Berjuang Memerangi Kemiskinan

Asep Budiman
KETUA Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi meraih penghargaan Satyalacana Wirakarya Bidang Perkoperasian dan UKM dari Presiden Joko Widodo.*/ASEP BUDIMAN/PR
KETUA Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi meraih penghargaan Satyalacana Wirakarya Bidang Perkoperasian dan UKM dari Presiden Joko Widodo.*/ASEP BUDIMAN/PR

PURWOKERTO, (PR).- Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi meraih penghargaan Satyalacana Wirakarya Bidang Perkoperasian dan UKM dari Presiden Joko Widodo. Tokoh Jawa Barat itu dinilai berhasil membantu memerangi kemiskinan melalui pengembangan koperasi dan pembinaan usaha kecil dan menengah di Jawa Barat dan nasional.

Penghargaan Satyalacana Wirakarya Bidang Perkoperasian dan UKM untuk Didi Turmudzi dianugerahkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pada puncak Hari Koperasi Nasional ke-72 di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat, 12 Juli 2019.

"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Sebagai Ketua Umum Paguyuban Pasundan, ini sebuah kehormatan dan motivasi untuk menjawab misi paguyuban," kata Didi seusai penerimaan anugerah tersebut.

Dia menjelaskan, Paguyuban Pasundan sejak didirikan tahun 1913 bertujuang memerangi kemiskinan melalui sejumlah badan dan unit yang di bawah naungannya. Hingga kini, Paguyuban Pasundan telah membina sekitar 1.600 UKM di Indonesia, bukan hanya di Jawa Barat. 

"Pembinaan tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemudian Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali, NTT, Papua dan lain-lain yang pendanaannya dibantu pula oleh Kementerian Koperasi dan UKM," tuturnya.

Menurut dia, Paguyuban Pasundan memiliki potensi teknologi pangan dengan sumber daya manusia andal. Dengan demikian, fokusnya memerangi kemiskinan dan membina masyarakat agar pertaniannya memiliki nilai tambah.

"Pelatihan itu terus berjalan. Bukan hanya produk, melainkan juga pemasaran. Ini dalam rangka membantu pemerintah. Kami bantu sebagian kecil agar Paguyuban Pasundan 'katara ayana, karasa mangfaatna', yaitu terlihat keberadaannya, terasa manfaatnya," ujar Didi.

Ekspansi BMT

Didi menyebutkan, lebih dari 125 koperasi yang tengah dibina Paguyuban Pasundan, di antaranya 10 koperasi di tingkat perguruan tinggi, 100 koperasi dari 118 sekolah, serta 15 koperasi dari 27 cabang/wilayah paguyuban. Secara bertahap, dia mendorong pembentukan koperasi di setiap unit, lembaga, dan cabang.

Tak hanya membesarkan koperasi, Didi pun mendirikan baitul maal wa tamwil (BMT) tahun 2016, yaitu lembaga keuangan mikro yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Keberadaan BMT sudah sangat membantu anggota Paguyuban Pasundan.

Didi mengaku berusaha melakukan sinergi koperasi sekunder dengan koperasi berbasis syariah demi menyejahterakan masyarakat. Seperti halnya koperasi, prosedur BMT mudah dan memiliki potensi untuk mengelola dana hingga triliunan rupiah.

Saat ini, pihaknya memprioritaskan pembentukan BMT di Pangandaran, Medan, dan Cianjur dalam waktu dekat. Dalam penyertaan modal cabang BMT tersebut, selain dari anggaran Paguyuban Pasundan, juga akan dibantu dana talangan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

"Insya Allah Sesmenkop dan UKM menjanjikan dana talangan sebesar Rp 10 miliar yang diharapkan untuk tahun 2019. Alokasinya salah satunya untuk pengembangan BMT," tutur Didi.***

Bagikan: