Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya berawan, 25 ° C

1.937 Lowongan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Tommi Andryandy
WARGA mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi berhasil menggali 1.927 lowongan kerja khusus bagi tenaga kerja lokal.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi berhasil menggali 1.927 lowongan kerja khusus bagi tenaga kerja lokal.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi mencatat ada 1.937 lowongan kerja yang disediakan perusahaan khusus untuk warga lokal. Peluang kerja itu didapat dari hasil kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan di empat kawasan industri besar.

Diyakini jumlah lowongan kerja akan terus bertambah seiring dengan diteruskannya kunjungan langsung ke perusahaan. Kunjungan dilakukan sekaligus untuk menyosialisasikan Peraturan Bupati nomor 9 tahun 2019 yang berisikan tentang dorongan untuk memberi ruang bagi tenaga kerja lokal.

“Ini memang salah satunya program dari empat prioritas pemerintah saat ini. Pertama kesehatan kemudian pendidikan, infrastruktur lalu tenaga kerja. Dan dari prioritas itu, untuk tenaga kerja terus dilakukan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Edi Rochyadi, Senin 8 Juli 2019.

Diprioritaskannya sektor tenaga kerja tidak lepas dari masih tingginya angka pengangguran kendati Kabupaten Bekasi menjadi daerah industri terbesar di Indonesia. Data BPS tahun 2018, dari jumlah angkatan kerja sebanyak 1.630.423 jiwa, masih terdapat 156.991 jiwa atau 9,69 persen penduduk yang berusia produktif tetapi menganggur.

Edi mengatakan, sebenarnya sejumlah langkah telah dilakukan Pemkab Bekasi untuk menekan angka pengangguran, di antaranya dengan mengimbau agar setiap perusahaan mengalokasikan 30 persen dari jumlah karyawannya untuk warga Kabupaten Bekasi. Namun, imbauan tersebut tidak dibarengi dengan komunikasi langsung dengan perusahaan.

“Makanya kalau sebelumnya hanya diberi surat edaran, tapi sekarang dibuka keran komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah. Sebelumnya hanya surat menyurat saja. Tapi dengan komunikasi langsung, ada komunikasi balik yang baik bahwa mereka (perusahaan) juga perlu tenaga kerja, maka ada titik temunya,” ucap dia.

Seperti diketahui, dalam  dua pekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Bekasi rajin melakukan kunjungan ke perusahaan. Kunjungan dipimpin langsung Bupati Eka Supria Atmaja. Dari hasil kunjungan, didapat informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan khusus untuk warga Kabupaten Bekasi.

Kawasan industri

Sebanyak 1932 lowongan tersebut tersebar di empat kawasan industri besar yakni di kawasan Megalopolis Manunggal 2100 (MM2100) berjumlah 523 lowongan, Deltamas serta Greenland International Industrial Center sebanyak 182 lowongan, serta East Jakarta Industrial Center (EJIP) sebanyak 1.232 lowongan.

Tidak hanya menggali informasi lowongan kerja, kata Edi, pihaknya pun turut menindaklanjuti teknis penerimaan. Dinas Tenaga Kerja memberikan dua pilihan pada perusahaan, yakni difasilitasi oleh pemerintah atau dilakukan oleh perusahaan dengan diawasi langsung oleh pemerintah.

“Ini kami lakukan untuk memastikan bahwa lowongan kerja itu benar untuk warga Kabupaten Bekasi. Dua pilihan itu biar mereka yang menentukan. Sedangkan untuk waktunya, dikembalikan ke perusahaan sesuai kebutuhan. Namun ada beberapa perusahaan yang memang membutuhkan untuk saat ini. Informasi selanjutnya tentu akan disampaikan lebih lanjut,” ucap dia.

Eka Supria Atmaja berharap komunikasi yang telah dilakukan dengan para pelaku usaha dapat menjadikan segalanya menjadi lebih baik lagi. Hingga, satu per satu masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi mampu berkurang dan mudah terselesaikan.

“Saya tak akan pernah bosan merangkul bahkan mengajak para pelaku usaha dan investor, khususnya perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi untuk bersama membangun, merawat dan membenahi Kabupaten Bekasi serta mencari solusi dari berbagai masalah yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Eka.

Sementara itu, dorongan memberi peluang kerja bagi warga lokal mendapat respon positif dari dunia industri. Head of operation Kota Deltamas, Robertus Satriotomo mengatakan, tenaga kerja lokal menjadi hal pertama yang dicari pengusaha.

“Para investor yang datang biasanya bertanya dari mana mereka bisa dapat tenaga kerja. Sehingga, mereka sangat ingin suplai tenaga kerja yang handal, terutama di lingkungan di mana pabrik itu berdiri. Dari segi cost itu akan lebih murah dari pada mereka harus mendatangkan tenaga kerja dari luar. Maka tentu kami sangat menyambut baik langkah ini,” ucapnya.***
 

Bagikan: