Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Budi Waseso Diminta Perbaiki Koordinasi dengan Kemensos

Tim Pikiran Rakyat
PEKERJA mengangkut karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. Kementerian Sosial (Kemensos) menunjuk Perum Bulog sebagai manajer suplai untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan dana pemerintah yang setiap bulan diberikan kepada keluarga kurang mampu melalui akun elektronik untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH atau pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).*/ANTARA FOTO
PEKERJA mengangkut karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. Kementerian Sosial (Kemensos) menunjuk Perum Bulog sebagai manajer suplai untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan dana pemerintah yang setiap bulan diberikan kepada keluarga kurang mampu melalui akun elektronik untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH atau pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Polemik pernyataan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) yang mengancam akan hengkang dari jabatannya jika Kemensos mengambil alih program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), berlanjut. Buwas selaku pejabat negara dinilai berlaku dianggap tidak etis.

Buwas semestinya menjabarkan kendala-kendala apa yang tidak mampu dihadapinya. Juga, melakukan introspeksi atas kinerjanya di Bulog. 

"Tidak perlu ada kata mundur, harusnya koordinasi. Harusnya dalam menjalankan tugas kenegaraan tidak boleh baper (bawa perasaan)," ungkap pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing seperti dilaporkan laman Antara.

Dia berpandangan, jika ada kebijakan atau program yang dinilai tidak selaras dengan pemikiran para pejabat dibawah presiden, harus didiskusikan secara baik-baik.Yang dibutuhkan oleh para pejabat, kata dia, adalah kedewasaan berkomunikasi. Lebih lanjut dia berharap kepada para pejabat publik untuk dapat memperbaiki pola komunikasi.

Boleh saja mundur

Di kesempatan lain, Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai bagus saja jika Buwas memang ingin mundur. Menurut Ray, mestinya Buwas mencari tahu alasan dan faktor yang dihadapi Bulog. Jika semua langkah sudah dilakukan, kata Ray, namun ia tetap merasa tidak bisa menjalankan perannya, maka mundur dari jabatan juga bisa dilakukan. 

Ray menambahkan, dari pengalaman pekerjaan Buwas di bidang penegakan hukum, sebenarnya yang diharapkan adalah kepiwaian memberantas mafia pangan. Sehingga peran Bulog bisa lancar. “Tetapi kalau mau mundur ya silakan saja," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR Fraksi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai harusnya Buwas tidak perlu marah hingga mengancam untuk mundur. Namun, kalau Buwas mau mundur, Irma pun mempersilakan.

Harusnya, kata dia, Buwas berkoordinasi dengan kementerian sosial. Menurutnya, memang tugas Kemensos untuk membagikan kepada masyarakat

"Nah, bulog itu menyediakan barang untuk dibagikan oleh Mensos. Itulah koordinasinya, bukannya Bulog yang membagikan sendiri. Setiap kementerian itu harusnya saling koordinasi, karena saling terkait. Jangan ego sektoral yang dikedepankan, kalau menurut saya ini sektoral yang dikedepankan. Jadi Kemensos dan Bulog harus kerja sama dan koordinasi jangan bicara ambil mengambil fungsi," paparnya.

Usai kegaduhan itu, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan akan memberikan kepercayaan penuh kepada Bulog dalam hal penyaluran beras terkait program BPNT. Namun Mensos Agus juga menekankan, kualitas beras Bulog yang disalurkan, haruslah baik. Kemensos dan Bulog akan melakukan pertemuan kembali untuk membahas mekanisme penyaluran agar program Bansos bisa tepat sasaran.***

Bagikan: