Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Stok Pupuk Bersubsidi Cukup untuk 3 Bulan

Kodar Solihat
FOTO ilustrasi pekerja mengangkut pupuk bersubsidi.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi pekerja mengangkut pupuk bersubsidi.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama seluruh anak usahanya yang bergerak di bidang industri Pupuk, memastikan ketersediaan Pupuk Bersubsidi di 34 Provinsi cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan. Tercatat per 1 Juli 2019, stok pupuk bersubsidi yang berada di lini III (Gudang Kabupaten/Kota) dan lini IV (Kios) mencapai 1.302.493 ton. Jumlah ini terdiri dari 496.466 ton Urea, 386.720 ton NPK, 142.987 ton SP-36, 132.853 ton ZA, dan 143.467 ton Organik. 

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, melalui siaran pers, Rabu 3 Juli 2019 mengatakan, pihaknya berkomitmen menjalankan tugas yang diberikan Pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian. "Pupuk bersubsidi yang kami salurkan jumlahnya sudah ditentukan oleh Kementerian Pertanian, begitu pula dengan alokasi per daerah dan per jenis pupuknya," kata Wijaya.

Selain itu, sepanjang semester I 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 4.585.033 ton, melampaui target alokasi sebesar 4.534.164. Maka dari itu, Wijaya pun mengapresiasi peran para Distributor dan Kios Resmi selaku garda terdepan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” jelas dia.

Dalam menjalankan penugasan tersebut, Pupuk Indonesia Grup selalu menerapkan prinsip 6 tepat. "Tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat jenis dan tepat jumlah". Tak hanya itu, lanjut Wijaya, dalam memastikan kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia Grup pun menunjang fasilitas distribusi dengan 19 Kapal laut, 4 pelabuhan dan 6.288 unit truk angkut. 

"Hal itu sebagai upaya kami menjamin petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi. Kami pun senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan terutama bagi para petani,” kata Wijaya.***

Bagikan: