Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Jabar Harus Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

Yulistyne Kasumaningrum
KONFERENSI Pers Kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019.*/YULISTYNE/PR
KONFERENSI Pers Kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019.*/YULISTYNE/PR

BANDUNG, (PR).- Jawa Barat harus didorong untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar industri manufaktur. Hal tersebut perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Jabar tetap positif di tengah tantangan yang muncul. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Doni P. Joewono mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Jabar sangat tergantung dengan industri manufaktur, seperti otomotif, garmen dan tekstil, elektronik, serta alas kaki. 

Namun, beberapa waktu ke belakang, performa dari industri tersebut terpengaruh kondisi ekonomi global yang mengalami penurunan. Selain itu, saat ini muncul Provinsi Jawa Tengah yang diantaranya memiliki keunggulan upah lebih rendah dibandingkan Jabar, sehingga berpeluang menjadi kompetitor.

“Oleh karena itu, Jabar harus memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru. Jabar harus melangkah cepat. Tidak bisa hanya mengandalkan manufaktur,” katanya saat Konferensi Pers Kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019. 

Ekonomi kreatif dan pariwisata

Sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dapat dikembangkan Jabar diantaranya adalah ekonomi kreatif dan pariwisata. 

KONFERENSI Pers Kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019.*/YULISTYNE/PR

Ekonomi kreatif memegang peranan yang cukup penting bagi perekonomian Jawa Barat. Hal ini tercermin dari pangsa ekonomi kreatif sebesar 11,58% terhadap PDRB Jawa Barat, dan rata-rata pertumbuhan PDRB ekonomi kreatif Jawa Barat selama periode 2010-2016 yang mencapai 6,12%.

“Produk ekonomi kreatif Jawa Barat juga telah diekspor ke beberapa negara. Pada 2016, Jawa Barat merupakan provinsi pengekspor ekonomi kreatif terbesar yakni mencapai 33,56% terhadap total ekspor ekonomi kreatif nasional dengan nilai ekspor mencapai 6,5 Miliar Dolar AS (Badan Ekonomi Kreatif). Hal tersebut menunjukkan ekonomi kreatif memiliki potensi besar menjadi salah satu penopang neraca perdagangan Indonesia,” tuturnya.***

Bagikan: