Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

KTI Bangun Pengelolaan Air Laut dengan Nilai Rp 1,5 Triliun

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi kawasan industri Cilegon.*/ANTARA
FOTO ilustrasi kawasan industri Cilegon.*/ANTARA

CILEGON, (PR).- PT Krakatau Tirta Industri (KTI) bersama PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) berencana menggarap proyek besar. Yakni pembangunan pengolahan air laut untuk kepentingan dunia industri di Kota Cilegon.

Rencana bersama ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman bersama atau MoU, di Gedung Krakatau Steel Jakarta. Hadir pada acara saat itu, Direktur Utama (Dirut) PT KTI Agus Nizar Vidiansyah,  Dirut PT KS Silmy Karim bersama jajaran direksi dan manajemen, Human Resources and Corporate Affar Director PT CAP Suryandi, serta Monomer Feedstock Director PT CAP Ruly Aryawan.

Dirut PT KS Silmy Karim mengatakan, pelaksanaan proyek ini sejalan dengan rencana pemerintah. Dimana Pemerintah tengah gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur dan membuka akses pengembangan industri di seluruh wilayah Indonesia. “Proyek pemanfaatan air laut ini diharapkan menjadi langkah yang efektif untuk memenuhi kebutuhan air, bagi kawasan industri di Banten, khususnya PT CAP. Ini adalah strategi baru kami untuk mendorong perkembangan bisnis anak usaha yang berpotensi,” kata Silmy, Selasa 18 Juni 2019.  

Sementara itu, Dirut PT KTI Agus Nizar Vidiansyah mengungkapkan, proyek pengolahan air laut yang akan dilakukan kedua perusahaan, akan menjadi salah satu sarana pengolahan air laut terbesar di Indonesia. Ini karena memiliki kapasitas produksi sebesar 800 - 1000 liter per second (lps). “Valuasi nilai proyek ini mencapai hampir Rp1,5 triliun. Adapun proyek ini rencananya akan dimulai pada  2022,” ujarnya.

Lebih lanjut Vidi menyatakan, proyek ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, tidak mengalami kendala apa pun. “Kami mengimbau kepada jajaran manajemen agar melaksanakan proyek ini dengan prinsip kehati-hatian, itikad baik, dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tuturnya.

Selain di wilayah Banten, PT KTI juga telah berekspansi ke wilayah Gresik, Jawa Timur, dengan memperoleh tender pembangunan dan pengoperasian Sistem Pengolahan Air Minum yang diadakan oleh PDAM Giri Tirta Gresik di 2018. “ Proyek ini akan memiliki kapasitas 1000 liter per second dengan nilai investasi Rp618 miliar,” katanya.

Ditanya tentang kinerja PT KTI, Vidi mengatakan jika pihaknya di 2018 berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp161 miliar. Pihaknya telah menargetkan peningkatan laba bersih di tahun ini hingga Rp163. “Sedangkan untuk kapasitas air produksi saat ini 2.400 liter per second dengan target kapasitas air produksi sebesar 3.500 liter per second di 2024,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***

Bagikan: