Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Target Industri Halal 2019 Capai 25 Miliar Dolar AS

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI produk halal.*/REUTERS
ILUSTRASI produk halal.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Kementerian Perindustrian menargetkan capaian industri halal menembus hingga 25 miliar Dolar AS pada 2019. Angka tersebut naik 20 % dibandingkan realisasi capaian tiga tahun lalu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan industri halal bisa mendukung upaya peningkatan ekspor produk-produk halal Indonesia. Hal itu terutama ke sejumlah negara Timur Tengah yang banyak menjadi konsumen produk halal dunia.

“Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses produk halal Indonesia sudah baik. Selanjutnya kami membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujar Airlangga, Jumat, 14 Juni 2019.

Airlangga mengatakan, Kementrian Perindustrian juga terus memperbarui pengembangan produk halal. Pengembangan tersebut di antaranya gerbang ekspor khusus untuk produk makanan halal di Logistik Berikat yang sudah diluncurkan oleh pemerintah.

Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan, Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri. Kawasan industri halal dirancang dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan industri sesuai dengan sistem jaminan produk halal.

Terdapat empat kawasan industri yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal di Indonesia. Keempat kawasan industri tersebut adalah Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park,  Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate. 

Warsito mengatakan,  pengembangan area ini menjadi salah satu upaya mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019.

“Keempatnya telah mengajukan diri ke Kemenperin untuk mengembangkan kawasan industri halal. Dari mereka, baru Modern Cikande yang telah launching,” ujar Warsito.

Dia optimistis akan banyak perusahaan yang berminat masuk ke dalam kawasan industri halal. “Bahkan, bukan hanya sektor industri, di dalam kawasan tersebut nantinya juga ada banyak sektor  pendukungnya. Mulai dari kantor sertifikasi halal hingga transportasi logistiknya yang juga halal," ujarnya. 

Dalam pengembangan kawasan industri halal, Kementerian Perindustrian bertugas untuk menetapkan standardisasi, memberikan insentif, serta memfasilitasi promosi dan kerja sama teknis. Nantinya, aspek-aspek tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian. Dan diusulkan dalam pelayanan satu atap industri halal.***

Bagikan: